Jakarta, PR Politik – Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI, Eko S.A. Cahyanto, mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan SAIC Motor Corp., Ltd. yang dipimpin oleh Vice President SAIC Motor Corp., Ltd., Zang Qing, di Shanghai, Kamis (9/10). Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan industri otomotif antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan dan perluasan ekspor di kawasan ASEAN.
Eko menyampaikan apresiasi kepada SAIC Group atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia. “Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi kepada SAIC Group atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dengan memperbanyak lini produk kendaraan ramah lingkungan yang sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia,” ujar Eko dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (10/10).
SAIC Motor Corp., Ltd. merupakan perusahaan otomotif milik negara Tiongkok yang menaungi merek seperti Wuling, MG, Baojun, dan Maxus. Di Indonesia, PT SGMW Motor Indonesia telah membangun fasilitas manufaktur dan supplier park di Cikarang sejak 2015, termasuk pengembangan fasilitas produksi baterai lokal, MAGIC Battery Wuling.
“Kami mengapresiasi PT SGMW Motor Indonesia yang telah memproduksi kendaraan komersial listrik dengan tingkat TKDN lebih dari 40%. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mempercepat transisi menuju industri otomotif rendah emisi,” lanjut Eko.
PT SGMW menargetkan kontribusi ekspor melebihi 11% dari total produksi pada 2025, menjangkau 15 negara dengan total ekspor mendekati 10.000 unit. Perusahaan juga berfokus pada pengembangan mobil ICE, HEV, dan BEV, serta berencana memproduksi PHEV.
Untuk mencapai TKDN lebih dari 60-80% ke depan, PT SGMW memproduksi baterai BEV melalui kerja sama dengan PT Gotion dan CATL (PT Unified Advanced Battery System Indonesia).
Dalam pertemuan tersebut, dukungan yang diharapkan SAIC Motor dari Pemerintah Indonesia, antara lain keberlanjutan insentif PPNDTP untuk kendaraan BEV (penumpang kurang dari 10 orang dan bus), serta penambahan lingkup pemberian insentif PPNDTP untuk kendaraan komersial BEV seperti MitraEV. SAIC juga meminta dukungan agar produk dengan teknologi HEV, PHEV, dan Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dapat masuk ke dalam kategori LCEV.
Menanggapi usulan tersebut, Eko mengemukakan, “Untuk usulan keberlanjutan insentif PPNDTP maupun penambahan lingkup insentif PPNDTP untuk kendaraan komersial saat ini sedang dalam pembahasan internal pemerintah.”
Kemenperin juga mendorong PT SGMW untuk memperbanyak variasi line up produk dan penambahan investasi baru guna meningkatkan nilai TKDN. Pemerintah Indonesia secara khusus mendorong SAIC untuk menjajaki peningkatan kapasitas ekspor kendaraan listrik (EV) yang diproduksi di Indonesia, guna memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor EV di ASEAN.
“Kami berharap SAIC dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai rencana investasi berikutnya di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan platform elektrifikasi dan teknologi baru,” ujar Eko.
Eko optimis bahwa sinergi ini akan mempercepat transformasi industri otomotif nasional. “Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis Indonesia dapat menjadi hub kendaraan listrik di kawasan,” pungkasnya.
sumber : Kemenperin RI















