Lombok Barat, PR Politik – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB), Abdul Hadi, mendorong akselerasi pemanfaatan potensi Bendungan Meninting yang baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7). Memiliki kapasitas tampung raksasa yang mencapai hampir 9,9 juta meter kubik, infrastruktur strategis ini diproyeksikan menjadi solusi krusial bagi pemenuhan kebutuhan air irigasi pertanian sekaligus pasokan air bersih di Pulau Lombok.
Ia mengungkapkan bahwa draf perencanaan anggaran untuk optimalisasi fungsi bendungan tersebut kini tengah berjalan matang. Mulai tahun anggaran 2027, fokus utama pendanaan dialokasikan pada pembangunan infrastruktur jaringan pemanfaatan air, baik untuk sektor ketahanan pangan maupun penyediaan air minum bagi masyarakat luas.
“Tahun 2027 kita sudah anggarkan untuk pemanfaatan daripada bendungan. Salah satunya adalah untuk irigasi, dan yang kedua adalah untuk air minum,” ujarnya memaparkan arah kebijakan fiskal proyek tersebut.
Untuk sektor pengairan pertanian, prioritas pertama pembangunan akan diarahkan ke Daerah Irigasi (DI) Sesaot. Proyek pengerjaan jaringan pipa dan kanal ini memiliki panjang bentangan total mencapai 19 kilometer. Mengingat skalanya yang masif, konstruksinya akan dilakukan secara bertahap, di mana tahap awal akan menyasar sepanjang 10 kilometer terlebih dahulu sebelum disusul penyelesaian sisa 9 kilometer berikutnya.
Politisi senior dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan bahwa jaringan yang dibangun melalui draf program ini merupakan saluran primer yang menjadi kewenangan absolut pemerintah pusat dan provinsi, bukan saluran tersier yang menjadi porsi pemerintah kabupaten.
Begitu saluran primer ini sukses tersambung ke DI Sesaot, dampaknya akan langsung dirasakan oleh sektor hilir dengan mengairi lebih dari 1.000 hektare lahan produktif. Tidak berhenti di situ, aliran irigasi dari Bendungan Meninting juga dikembangkan ke arah Daerah Irigasi di wilayah Lombok Barat lainnya seluas 400 hektare, serta minimal 40 hingga 50 hektare lahan di lingkar luar bendungan.
Di sisi lain, fungsi bendungan sebagai penyedia air baku untuk air minum akan disalurkan secara profesional melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Distribusi air bersih ini nantinya akan difokuskan untuk melayani kebutuhan domestik di wilayah pariwisata Batulayar dan kawasan padat Gunungsari,” paparnya merinci draf peta distribusi.
Melalui skema desain makro ini, pasokan air yang selama ini bertumpu dari wilayah Narmada dapat dialihkan untuk memperkuat suplai ke arah Kecamatan Lembar, bahkan draf target pasokan diproyeksikan mampu menjangkau hingga wilayah ujung selatan di Kecamatan Sekotong. Abdul Hadi berharap integrasi sistem ini dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan di Lombok Barat.
Sejalan dengan itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kehadiran proyek Bendungan Meninting memang dihajatkan sebagai instrumen penguat kedaulatan pangan nasional. Kementerian PU berjanji akan melengkapi seluruh draf jaringan irigasi primer dan sarana penunjang secara bertahap.
“Keberadaan bendungan ini kami harapkan bisa menguatkan posisi kita untuk swasembada pangan. Meningkatkan produksi pertanian masyarakat,” ucapnya mengunci draf komitmen kementeriannya.
sumber : Fraksi PKS















