Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mendorong mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di bawah Kementerian Pariwisata untuk menjadi agen utama dalam membangun wisata gastronomi Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Kuliah Umum Bersama Poltekpar yang digelar secara hibrida pada Selasa (19/8/2025).
“Adik-adik ini adalah bagian dari aktor utama pembangunan gastronomi Indonesia. Melalui inovasi, riset, dan dedikasi, saya percaya adik-adik dapat melahirkan gagasan-gagasan segar yang menjadi cita rasa baru bagi dunia,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Ia menjelaskan bahwa gastronomi saat ini tidak hanya menyuguhkan pengalaman kuliner, tetapi juga menjadi kekuatan budaya dan ekonomi yang nyata, dibalut dengan narasi yang kuat mulai dari budidaya hingga penyajian.
Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa, kekayaan rempah-rempah adalah ciri khas utama kuliner Nusantara dan merupakan DNA kuliner Indonesia. Rempah tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga membawa jejak sejarah dan identitas bangsa.
“Inilah yang membedakan apa itu wisata gastronomi dari wisata kuliner biasa. Dan inilah daya tarik wisata yang menjadi kekuatan Indonesia,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Kinerja ekspor rempah Indonesia juga menunjukkan tren positif, menempati peringkat keempat dunia sebagai produsen rempah dengan pangsa pasar global 10,1%. Ke depan, Indonesia menargetkan perluasan ekspor dengan memprioritaskan komoditas strategis.
Pengembangan gastronomi harus terintegrasi dengan strategi besar pariwisata nasional. Kementerian Pariwisata telah merumuskan lima program unggulan, di antaranya Pariwisata Naik Kelas dan Desa Wisata. Program Pariwisata Naik Kelas bertujuan menjadikan Indonesia destinasi wisata berkualitas tinggi, sementara Desa Wisata menjadi motor yang mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan mengangkat kuliner lokal sebagai daya tarik.
Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan, “Wisata gastronomi Indonesia harus dibangun bukan hanya dengan rasa, tapi juga melalui cerita, nilai, dan identitas,” katanya.
Berbagai upaya juga dilakukan untuk mempromosikan kuliner dan rempah Nusantara ke pasar global, seperti kerja sama dengan UN Tourism untuk menjadikan Ubud sebagai prototipe destinasi gastronomi dunia, program Indonesia Spice Up The World, dan inisiatif Wonderful Indonesia Gourmet bersama Kementerian Luar Negeri.
“Mari kita bangun bersama destinasi gastronomi yang memiliki daya tarik autentik, berbasis keberlanjutan, dan tentu saja berdaya saing global. Mari kita posisikan Indonesia sebagai kekuatan kuliner dunia. Bukan hanya dengan rasa tapi dengan cerita, nilai, dan juga semangat kolaborasi,” ujar Ni Luh Puspa. Kuliah umum ini diikuti oleh 8.765 mahasiswa Poltekpar di seluruh Indonesia.
sumber : Kemenpar RI















