Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati Dorong Simulasi TKA SD Jadi Evaluasi Menyeluruh

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mendorong agar pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar tahun 2026 dimanfaatkan sebagai sarana persiapan menyeluruh guna meminimalkan potensi kendala dalam pelaksanaan ujian utama.

Menurutnya, simulasi yang dilaksanakan pada awal Maret ini merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan siswa sebelum mengikuti TKA secara resmi. Ia menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan evaluasi menyeluruh dari berbagai aspek.

Kurniasih menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya menyangkut kesiapan teknis pelaksanaan, tetapi juga kesiapan sekolah serta kondisi psikologis para peserta didik. Ia mengingatkan pengalaman pada pelaksanaan TKA di jenjang SMA sebelumnya harus menjadi pelajaran agar berbagai kendala tidak kembali terulang pada pelaksanaan di tingkat SD.

“Anak-anak SD memiliki karakteristik yang berbeda dengan siswa SMA. Karena itu pendekatan pelaksanaan, sistem, hingga pola pendampingannya harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan mereka,” ujar Kurniasih di Jakarta, Sabtu (7/3).

Ia juga menekankan pentingnya memastikan kesiapan infrastruktur digital secara merata di seluruh wilayah. Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses internet maupun perangkat teknologi.

Hal ini penting agar pelaksanaan simulasi maupun TKA utama tidak justru memunculkan ketimpangan baru antarwilayah dalam proses evaluasi kemampuan akademik siswa.

Selain aspek teknis, Kurniasih turut menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi siswa selama proses simulasi berlangsung. Ia menilai pelaksanaan TKA pada jenjang pendidikan dasar seharusnya tidak menimbulkan tekanan berlebihan bagi peserta didik.

Sebaliknya, TKA perlu diposisikan sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik siswa yang dilakukan secara sehat, proporsional, dan tetap memperhatikan kondisi perkembangan anak.

Baca Juga:  Anggaran untuk PTN Tetap Ada, Lalu Hadrian: Komisi X Tegaskan UKT Tidak Naik

Ia juga mendorong agar hasil simulasi dianalisis secara komprehensif sebelum pelaksanaan TKA utama yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Menurutnya, evaluasi tersebut harus mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kualitas soal, durasi pengerjaan, kesiapan sistem pelaksanaan, hingga dampaknya terhadap kondisi psikologis siswa.

“Kita ingin pelaksanaan TKA tingkat SD tahun ini lebih baik dibandingkan jenjang SMA sebelumnya. Perbaikannya harus konkret dan berbasis evaluasi lapangan, bukan sekadar administratif,” tegasnya.

Kurniasih berharap pelaksanaan TKA di tingkat SD tahun ini dapat berlangsung lancar, adil, dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pelaksanaan evaluasi akademik tersebut tetap harus berpihak pada prinsip perlindungan dan tumbuh kembang anak.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru