Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik Minta Penanganan Karhutla Dituntaskan

Penanganan Karhutla

Jakarta, PR Politik – Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, kader, dan simpatisan untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang terimbas krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.

Instruksi serta seruan aksi kemanusiaan tersebut ia sampaikan di sela-sela Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertajuk ‘Perang di Timur Tengah Mereda: Hingga Pemilu Usai?’ yang digelar secara daring pada Jumat (16/10).

“Kepada saudara-saudara kita yang ada di Kalimantan dan Sumatra yang masih terus berjuang menghadapi kepungan asap, kami menyampaikan rasa keprihatinan dan solidaritas yang mendalam. Kami mendorong seluruh sahabat Gelora di sana untuk terus membantu warga masyarakat dengan apa pun kemampuan yang kita miliki,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (18/10).

Selain mendorong aksi tanggap darurat, ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan penanganan karhutla sistemik yang mampu menyelesaikan persoalan lingkungan ini hingga ke akarnya.

“Kita berharap pemerintah bisa segera menuntaskan masalah ini hingga ke akarnya. Dan semoga Allah SWT memberikan pertolongan bagi bangsa kita dengan menurunkan hujan yang lebat dan merata, sehingga musibah api dan asap ini bisa segera berakhir,” katanya.

Ia menyoroti rekam jejak karhutla sebagai bencana berulang yang telah meluas hingga belasan juta hektare sejak dekade 1980-an. Menurut kajiannya, fakta data hotspot menunjukkan mayoritas kebakaran besar terjadi di area konsesi korporasi, bukan akibat aktivitas petani tradisional.

“Kita tidak bisa terus berapologi bahwa lahan gambut kita luas. Dari analisis empat variabel—pola waktu, lokasi, luas area, serta tindakan pasca-kejadian—terlihat jelas dari titik panas (hotspot) tingkat kepercayaan tinggi bahwa mayoritas kebakaran besar terjadi di lahan konsesi milik perusahaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Kejar Tenggat Timsel Agustus 2026, Golkar Desak Prabowo Kumpulkan Elite Parpol Bahas Revisi UU Pemilu

Ia mengingatkan pula bahwa rencana pengembangan biofuel dan diversifikasi energi nasional wajib dibarengi dengan penanganan karhutla sistemik agar tidak menciptakan kerusakan ekologis baru.

“Bencana karhutla harus diselesaikan dulu secara sistemik. Jangan sampai industri energi terus bertumbuh tetapi merusak ekosistem dan menciptakan ketidakadilan lingkungan,” pungkasnya.

sumber : Partai Gelora