Menteri PPPA Dorong Pemberdayaan Perempuan Dalam Rantai Nilai Industri Halal

Rantai Nilai Industri Halal

Jakarta, PR Politik – Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong penguatan ekosistem pemberdayaan ekonomi perempuan agar UMKM binaan mampu memimpin inovasi dan mengambil peran strategis dalam rantai nilai industri halal. Pernyataan tersebut disampaikan pada gelaran Indonesia Conference on Women and Sharia Community Empowerment (ICWSCE) 2026 yang menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, Minggu (18/10).

Upaya memperluas akses pasar nasional dan global ini dinilai perlu didukung lewat peningkatan kapasitas teknis, adopsi teknologi, ketersediaan pembiayaan, serta penguatan jejaring usaha secara terpadu.

“Tahun 2025 ICWSCE telah menghubungkan perempuan Muslim pelaku usaha dengan ekosistem bisnis halal dan pasar global. Tahun ini, melalui tema “Perempuan Penggerak Inovasi Ekosistem Rantai Nilai Halal”, ICWSCE 2026 membawa kita pada tahapan berikutnya. Perempuan tidak cukup hanya dibekali kemampuan untuk menjalankan usaha, tetapi juga perlu didorong untuk menjadi penggerak inovasi, memperkuat keterhubungan antarpelaku usaha, serta mengambil peran strategis dalam setiap mata rantai industri halal, mulai dari produksi hingga pemasaran dan distribusi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi perekonomian syariah yang sangat besar di kancah internasional. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report, posisi Indonesia menempati peringkat keempat dunia dengan keunggulan utama pada sektor modest fashion, pariwisata ramah Muslim, dan kuliner halal.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah global. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam ekonomi Islam, dengan posisi pertama pada sektor modest fashion, kedua pada pariwisata ramah Muslim, dan ketiga pada makanan halal. Capaian ini menunjukkan peluang pasar halal terbuka luas dan Indonesia telah memiliki pijakan yang kuat untuk mengambil bagian di dalamnya,” katanya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Sebut Akan Percepat Perbaikan Ekonomi Desa & Perkuas MBG

Penguatan keterlibatan perempuan dalam rantai nilai industri halal juga didukung data dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, yang mencatat bahwa perempuan mengelola 64,5 persen UMKM nasional dengan kontribusi hingga 35 persen terhadap PDB Indonesia.

“Perempuan itu mempunyai arti ekonomi yang sangat penting. Satu rupiah yang diinvestasikan oleh perempuan untuk kepentingan keluarganya, seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari, memberikan efek berganda, baik bagi ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Dukungan finansial juga diperkuat oleh data Bank Syariah Indonesia (BSI) yang mencatat debitur perempuan mencapai 54 persen dari total pembiayaan mikro BSI dengan porsi senilai Rp15,8 triliun. Melalui sinergi antarlembaga ini, Menteri PPPA  optimistis kepemimpinan perempuan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing global.

sumber : KemenPPPA