Makassar, PR Politik – Partai Golkar mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen (parliamentary threshold) dalam pembahasan regulasi Pemilu 2029. Selain mendorong penguatan struktur di legislatif, partai beringin ini juga menargetkan seluruh kadernya yang menjabat menteri di Kabinet Merah Putih untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg), termasuk Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyampaikan arah kebijakan tersebut usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Pemenangan Pemilu bagi legislator Golkar se-Indonesia Timur di Makassar, Sabtu (17/10).
“Soal PT, kita akan usulkan sekitar 5%. Bisa 5% persis atau 5% lebih sedikit. Ini kan Golkar menargetkan sebagai pemenang,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (17/10).
“Yang harus dipastikan adalah nambah kursi dari tahun 2024 kemarin. Karena kalau enggak, gagal dong mau sekarang,” katanya menegaskan target peningkatan kursi legislatif.
Mengenai dinamika pembahasan UU Pemilu, ia menjelaskan bahwa prosesnya masih tahap penyerapan aspirasi. Ia meluruskan bahwa hingga kini belum ada draf resmi Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang dapat dijadikan acuan.
“Sampai sekarang belum ada RUU Pemilunya. Jadi, yang beredar itu enggak tahu itu RUU dari mana, tapi konsep draf RUU Pemilunya belum ada sampai sekarang, belum jadi,” tuturnya.
Guna menyokong capaian target ambang batas parlemen 5 persen serta perolehan kursi maksimal, Partai Golkar akan mewajibkan delapan menterinya di kabinet untuk maju bertarung di Pemilu 2029.
“Ya semuanya nanti insyaallah akan nyaleg. Pak Hakim (Ketua OKK DPP Golkar) nanti akan menyusun materi Rapimnas, salah satu klausulnya semua menteri di Golkar harus nyaleg,” ungkapnya.
“Termasuk (Bahlil), nanti akan nyaleg di Papua,” ujarnya memastikan pencalonan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Adapun delapan kader yang menduduki posisi menteri di Kabinet Merah Putih yakni Airlangga Hartarto, Mukhtarudin, Muhammad Sarmuji, Bahlil Lahadalia, Meutya Hafid, Nusron Wahid, Wihaji, serta Maman Abdurrahman.
sumber : Partai Golkar















