Menperin Sarmuji Sinergi Dengan KP2MI Siapkan Pekerja Migran Terampil Global

Pekerja Migran Terampil

Jakarta, PR Politik – Menperin Sarmuji mendorong penguatan sinergi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk mencetak pekerja migran terampil yang siap bersaing di pasar kerja global. Langkah ini diwujudkan melalui optimalisasi fasilitas pendidikan serta pelatihan vokasi industri untuk memperluas penyerapan tenaga kerja nasional.

“Ini menunjukkan komitmen dua kementerian untuk saling bersinergi dan saling menguatkan dengan satu tujuan, yaitu membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dalam Kabinet saat ini, kita tidak mengedepankan ego sektoral, tetapi saling mengisi dan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing kementerian,” katanya seusai kegiatan bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Kamis (15/10).

Ia menjelaskan, Kemenperin mengelola ekosistem vokasi lengkap mulai dari Balai Diklat Industri (BDI), politeknik, SMK, hingga akademi komunitas yang terhubung langsung dengan dunia industri. Kedua pihak sepakat memperbarui nota kesepahaman (MoU) untuk mencetak lebih banyak calon pekerja migran terampil sesuai dengan kualifikasi negara tujuan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri P2MI atas kerja sama yang sudah terbangun selama ini dan akan terus kita kuatkan. Bahkan, kita melakukan adendum MoU karena ingin memperluas kerja sama, meliputi lebih banyak sektor yang dapat kita siapkan melalui balai diklat industri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa peluang memanfaatkan bonus demografi Indonesia sangat terbuka luas mengingat negara-negara maju sedang mengalami penurunan populasi usia produktif.

“Kita memiliki bonus demografi dan tenaga kerja produktif yang banyak. Kalau mereka dilatih dengan baik, mereka bisa mengisi lapangan kerja di luar negeri yang memang membutuhkan tenaga kerja terampil. Pekerja yang terampil itu adalah delegasi Indonesia, mereka bisa membawa nama baik Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Teguhkan Pengabdian, Mensos Gus Ipul Lantik 830 ASN: 820 Guru Sekolah Rakyat dan 10 Pejabat Fungsional

Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin mengutarakan bahwa perluasan kerja sama ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Direktif Presiden Prabowo Subianto, yakni SMK Go Global, untuk mendukung pencetakan pekerja migran terampil.

“Kalau dulu hanya manufaktur, sekarang akan memperluas ke semua sektor yang dimiliki oleh Balai Diklat Industri, yang dimiliki oleh perindustrian, baik itu berupa politeknik maupun akademi komunitas, dan termasuk SMK,” katanya.

“Metodologi yang kita pakai mulai dari ada demand dulu, kemudian kompetensi yang dibutuhkan seperti apa, baru kita latih seperti apa,” tambahnya.

Ia mencatat ada sekitar 291 ribu peluang kerja luar negeri terverifikasi pada 2026 yang menanti pemenuhan calon pekerja migran terampil, terutama untuk sektor manufaktur, kesehatan, konstruksi, hingga teknologi informasi di Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan kawasan Timur Tengah.

Plt. Kepala BPSDMI Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan, menambahkan bahwa kolaborasi ini mencakup pembentukan migrant center terpadu serta pemanfaatan 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK milik Kemenperin. Sinergi yang digagas Menperin Sarmuji ini diharapkan melahirkan lulusan vokasi yang profesional, produktif, dan terlindungi di kancah internasional.

sumber : Kemenperin