Jakarta, PR Politik – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melantik 830 Aparatur Sipil Negara (ASN), yang terdiri dari 820 Guru Sekolah Rakyat Tahap 1C serta 10 Pejabat Fungsional di lingkungan Kemensos, Rabu (26/11). Prosesi pelantikan digelar secara hybrid dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.
Pelantikan ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Nomor OSDM-216-225/KP.04.01/11/2025 dan Keputusan Menteri Sosial Nomor PPPK-1394-3647/1.3/KP.02.02/10/2025. Gus Ipul menegaskan bahwa pelantikan ini adalah momentum peneguhan nilai pengabdian kepada negara.
“Dengan penuh syukur kita berkumpul hari ini bukan hanya untuk mengikuti sebuah pelantikan, tetapi untuk meneguhkan tekad bahwa negara selalu ada, bekerja, dan memastikan setiap anak Indonesia memperoleh cahaya pendidikan,” ujarnya.
Gus Ipul menekankan peran penting guru dan pejabat fungsional dalam pembangunan kesejahteraan sosial dan penguatan Sekolah Rakyat.
“Kita hadir bukan sekadar birokrat. Kita adalah pengemban amanah kemanusiaan, sebab di tangan kita masa depan anak-anak bangsa sedang didirikan,” katanya.
Gus Ipul menegaskan kembali mandat besar Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi nasional Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Sekolah Rakyat hadir karena negara tidak rela ada anak yang ketinggalan. Tidak rela ada masa depan yang gelap hanya karena orang tuanya miskin,” ujarnya.
Dalam kurun waktu lima bulan (Juli–November 2025), Kemensos telah berhasil mendirikan 166 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dan menetapkan tunjangan profesi bagi para guru. Kemensos sebelumnya juga telah melantik 1.393 Guru PPPK Sekolah Rakyat Tahap 1A dan 1B.
Gus Ipul menekankan bahwa guru Sekolah Rakyat memiliki misi yang jauh melampaui tugas mengajar.
“Guru Sekolah Rakyat bukan hanya mengajar, tetapi penjaga harapan. Pejabat fungsional bukan hanya pelaksana administrasi, tetapi penopang tegaknya pelayanan sosial negara,” tegasnya.
Salah satu guru yang dilantik, Muji Nur Hidayah dari SRMA 13 Bekasi, mengungkapkan rasa haru dan syukur. “Alhamdulillah, senang, bersyukur. Artinya perjuangan selama ini bukan titik batas pencapaian, tapi gerbang awal saya untuk mengabdi untuk negeri,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Gus Ipul mengajak seluruh pejabat fungsional dan guru untuk menjadikan pelantikan ini sebagai momentum memperkuat pelayanan sosial dan pendidikan inklusif di Indonesia.
sumber : Kemensos RI















