Balikpapan, PR Politik – Anggota Komisi I DPR RI, Elita Budiati, menyoroti keberadaan area blank spot Kalimantan Timur yang membentang sepanjang 200 kilometer tanpa akses sinyal komunikasi. Kondisi tersebut dinilai membahayakan karena berpengaruh pada keterjagaan konektivitas sinyal pertahanan serta koordinasi pengawasan wilayah kedaulatan negara.
Persoalan tersebut ia sampaikan saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI ke Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Kogabwilhan II) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (9/10). Ia mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk segera menyelesaikan kendala infrastruktur komunikasi ini.
“Apa yang harus kita lakukan dengan itu? Mungkin ini kan perlu ada koordinasi dengan instansi atau kementerian lain. Apa yang akan dilakukan oleh Komdigi dengan adanya blank spot 200 km ini, sesuatu yang berbahaya?” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masalah di area blank spot Kalimantan Timur tidak sekadar gangguan jaringan biasa, melainkan ancaman nyata bagi konektivitas sinyal pertahanan di kawasan strategis, khususnya yang berdekatan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Selain masalah sinyal, Elita menyoroti kebutuhan alutsista modern bagi Kogabwilhan II guna menghadapi ancaman spionase, pelanggaran hukum maritim, dan gangguan keamanan wilayah.
Komisi I DPR RI berkomitmen mengawal temuan area blank spot Kalimantan Timur ini dalam rapat kerja mendatang agar langkah penanganan konektivitas sinyal pertahanan dapat dieksekusi secara konkret demi menjaga kedaulatan NKRI.
sumber : Fraksi Golkar















