Jakarta, PR Politik – Kementerian Kehutanan terus memperkuat upaya pengendalian karhutla, meskipun pemantauan terbaru menunjukkan penurunan signifikan jumlah titik panas di berbagai daerah secara nasional. Perhatian penanganan khusus terutama diarahkan pada wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah yang masih mencatat kemunculan hotspot karhutla tertinggi di antara enam provinsi prioritas.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Kamis (8/10) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 387 hotspot karhutla dengan tingkat kepercayaan tinggi. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 789 titik dibandingkan hari sebelumnya yang sempat mencatatkan 1.176 titik panas.
Pada enam provinsi prioritas, sebaran hotspot karhutla high confidence tercatat di Sumatera Selatan sebanyak 130 titik, Kalimantan Tengah 86 titik, Kalimantan Selatan 37 titik, Kalimantan Barat 12 titik, Jambi 3 titik, serta Riau tercatat nihil. Penurunan grafik ini terus dipantau guna memperjelas efektivitas operasi pengendalian karhutla di lapangan.
Meskipun menunjukkan tren positif, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kesiapan personel tidak boleh berkurang mengingat dinamika lapangan dapat berubah dengan cepat. Peniadaan risiko hotspot karhutla di lahan gambut tetap membutuhkan verifikasi groundcheck langsung agar tindakan pemadaman maupun pendinginan berjalan optimal.
Dalam pelaksanaan pengendalian karhutla, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersinergi dengan BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemda, dan masyarakat dengan menyiagakan 61 armada udara untuk patroli, OMC, hingga water bombing. Langkah penanganan udara ini dibarengi aksi darat berupa pemadaman langsung, pembasahan gambut, dan mopping up.
Di samping menjaga wilayah hutan dan pemantauan kualitas udara (PM2,5), Kementerian Kehutanan juga menggencarkan penyelamatan satwa liar yang terdampak gangguan habitat akibat kebakaran. Rekapitulasi terbaru mencatat sedikitnya 272 individu satwa di wilayah Kalimantan telah mendapatkan penanganan medis, evakuasi, hingga proses translokasi ke habitat yang lebih aman.
Kementerian Kehutanan kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Upaya pengendalian karhutla serta penurunan hotspot karhutla nasional ini membutuhkan kolaborasi aktif melalui kesadaran menjaga lingkungan dan respons pelaporan yang cepat dari masyarakat.
sumber : Kemenhut















