Jakarta, PR Politik (17/12) – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Fikri Faqih, mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk siaga penuh 24 jam dalam menghadapi tanggap darurat bencana. Permintaan ini disampaikan Fikri mengingat prediksi cuaca ekstrem yang masih akan terjadi di Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
“BNPB dan BPBD harus siaga 24 jam. Cuaca ekstrem saat ini mengharuskan seluruh jajaran di daerah untuk siap tanggap darurat,” kata Fikri dalam keterangannya di Tegal pada Ahad (15/12/2024).
Fikri menyoroti peningkatan kejadian bencana alam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Salah satu contohnya adalah longsor yang terjadi di Kecamatan Salem, Brebes, pada Sabtu (14/12/2024), yang mengakibatkan dua desa terisolir. Akses jalan menuju kedua desa tersebut lumpuh total akibat tertutup material longsor di 11 titik, memaksa sekitar 1.200 jiwa terjebak tanpa akses keluar-masuk.
Kondisi ini semakin parah dengan terputusnya pasokan air bersih, yang memaksa sebagian warga untuk mengungsi ke gedung sekolah. “Atas kondisi kedaruratan tersebut, penanganan pasca bencana harus dilakukan secepatnya,” tegas Fikri.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah dalam memberikan bantuan penanganan. “BNPB bekerja sama dengan BPBD serta pemerintah daerah harus secepatnya memberikan bantuan penanganan, karena soal sandang, papan, dan pangan tidak bisa ditunda. Apalagi dalam situasi bencana, bantuan tersebut harus segera diberikan kepada korban,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya frekuensi bencana alam, Fikri berharap agar semua pihak dapat bersinergi untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak.
Sumber: fraksi.pks.id















