Bipeka DPP PKS Gelar TFT Forum Ayah Perkuat Ketahanan Keluarga

Bipeka DPP PKS Gelar TFT Forum Ayah Ketahanan Keluarga

Jakarta, PR Politik – Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPP PKS menyelenggarakan Training For Trainer (TFT) Forum Ayah Nasional untuk memperkuat peran ayah dalam Pengarusutamaan Keluarga dan memperkuat ketahanan keluarga anggota serta masyarakat Indonesia pada umumnya.

Langkah Bipeka DPP PKS Gelar TFT Forum Ayah Ketahanan Keluarga Nasional

Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Pemimpin Keluarga, Menggerakkan Perubahan Bangsa” ini diikuti oleh pengurus Forum Ayah dari seluruh Indonesia baik secara langsung maupun melalui kanal Zoom pada Kamis-Jumat, (1-2/10).

“Kami sangat berharap bahwa para ayah di sini menjadi pendukung agar keluarga-keluarga PKS menjadi keluarga berkualitas,” ungkap Sekretaris Bipeka Iis Istiqomah dalam sambutannya.

Pengarusutamaan Keluarga Sebagai Benteng Menghadapi Agenda Global

Ketua DPP Bidang Perempuan dan Keluarga Eko Yuliarti Siroj menyampaikan materi Sosialisasi Pengarusutamaan Keluarga pada sesi pertama. Ia menyampaikan pentingnya pengarusutamaan keluarga di tengah agenda global yang mendekonstruksi institusi keluarga.

“Agenda gender global membawa perubahan struktural yang secara sistematis mendekonstruksi nilai-nilai dasar keluarga. Karenanya, pengarusutamaan keluarga hadir sebagai benteng peradaban, bukan sekadar konsep reaktif melainkan strategi proaktif dan komprehensif mengembalikan tatanan keluarga pada fitrahnya,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, bertujuan untuk melahirkan keluarga berkualitas yang mampu menjalankan fungsi keluarga secara optimal, mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah berlandaskan nilai-nilai Islam, memiliki ketahanan keluarga yang kuat, dan berkontribusi nyata bagi dakwah, masyarakat, dan bangsa.

“Jadi hadirnya Forum Ayah adalah untuk mengembalikan pandangan keluarga kepada fitrahnya dan membangun benteng pertahanan menghadapi tantangan global,” jelasnya.

Peran Strategis Ayah Sebagai Pemimpin Keluarga dan Kemitraan Strategis

Dalam misi tersebut, Ayah sebagai pemimpin keluarga berperan untuk menghentikan kerancuan peran, membangun kemitraan strategis dengan ibu, serta hadir secara emosional untuk keluarga. Dengan demikian, keluarga yang kokoh akan terbentuk dan menggerakkan perubahan bangsa.

Keteladanan Sosial dan Kontribusi Nyata Bagi Kemajuan Indonesia

Eko menegaskan bahwa kekokohan yang terbangun dari internal rumah tangga diharapkan mampu memancar menjadi kebaikan di ruang publik.

“Jadi yang diharapkan dari kokohnya keluarga kita adalah bagaimana kebaikan yang ada di dalam rumah itu bisa dibawa oleh seluruh anggota keluarga keluar rumah, menjadi keteladanan di masyarakat, dan berkontribusi kepada bangsa,” tutupnya.

sumber : PKS