Denpasar, PR Politik – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) merangkap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan ketahanan cadangan BBM nasional berada pada posisi aman seiring dengan pulihnya pasokan di Pulau Bali.
Usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10), ia menegaskan bahwa konsentrasi pemerintah saat ini berfokus penuh untuk mengurai dan membenahi jalur distribusi logistik ke wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Ia memaparkan stok nasional untuk jenis Pertalite (RON 90) berada pada ketahanan 16 hingga 18 hari, sementara jenis BBM lainnya bertahan di atas 20 hari sesuai batas standar aman pemerintah.
“Saya katakan bahwa cadangan nasional kita di atas 16-18 hari,” ujarnya.
“Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” katanya menambahkan.
Selain memastikan ketercukupan cadangan BBM nasional, Bahlil Lahadalia juga menyampaikan kabar baik mengenai pemenuhan kebutuhan solar domestik yang telah mandiri.
“Kalau solar, kita tidak lagi melakukan impor,” ujarnya.
Mengenai kendala distribusi di Bali sebelumnya, ia menjelaskan bahwa ketidaklancaran disebabkan keterlambatan armada kapal pengangkut. Namun pasca-penambahan armada, ketahanan stok BBM di Bali kembali naik ke kisaran 11–12 hari dan antrean SPBU berhasil diurai.
“Tapi apa pun itu, masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama,” tegasnya.
Menanggapi laporan pimpinan Pertamina terkait pendangkalan sungai di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera yang menghambat kapal besar, ia menginstruksikan pengalihan ke jalur darat serta penambahan armada pengangkut.
“Kita akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi,” pungkasnya menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di seluruh pelosok Tanah Air.
sumber : ESDM















