Menperin Agus Gumiwang Akselerasi Industri Halal Nasional Lewat Halal Indo 2026

Menperin Agus Gumiwang Akselerasi Industri Halal

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pengembangan ekosistem industri halal nasional agar semakin berdaya saing dan mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai halal global. Upaya tersebut diwujudkan antara lain melalui Industrial Festival x Halal Indo 2026, yang berhasil mempertemukan pelaku industri, pasar, lembaga halal, akademisi, investor, serta berbagai pemangku kepentingan sekaligus menghasilkan transaksi dan komitmen bisnis bernilai signifikan.

Langkah Menperin Agus Gumiwang Akselerasi Industri Halal Nasional di Pasar Global

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama industri halal global. Kekuatan tersebut ditopang pasar domestik yang luas, basis industri yang semakin berkembang, sumber daya manusia, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk halal dunia. Kita harus mengambil peran yang lebih besar sebagai produsen dan basis produksi halal global. Karena itu, penguatan industri halal perlu diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing, sekaligus memperluas penetrasi produk industri nasional ke pasar internasional,” katanya.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Industrial Festival x Halal Indo 2026 yang mampu menjadi ruang kolaborasi sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan konsumen, mitra bisnis, serta calon investor.

“Berbagai pertemuan bisnis, jejaring, dan komitmen yang tercipta selama kegiatan ini harus ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret. Ukuran keberhasilan sebuah pameran bukan hanya ramainya pengunjung, tetapi juga seberapa besar manfaat ekonomi dan kolaborasi bisnis yang dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai,” tuturnya.

Capaian Transaksi dan Penguatan Menperin Agus Gumiwang Akselerasi Industri Halal

Industrial Festival x Halal Indo 2026 berlangsung selama empat hari, pada 24–27 September 2026 di ICE BSD, Tangerang. Sebanyak 346 tenant berpartisipasi dengan menampilkan produk, teknologi, inovasi, serta berbagai peluang bisnis dalam ekosistem industri halal. Antusiasme masyarakat dan pelaku usaha juga terlihat dari jumlah kunjungan yang mencapai 28.707 pengunjung, meningkat lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Indikator Capaian Halal Indo 2026 Nilai & Persentase Pertumbuhan
• Jumlah Partisipan Tenant 346 tenant produk & inovasi halal
• Total Kunjungan Masyarakat 28.707 pengunjung (Naik 5%)
• Nilai Transaksi Langsung Rp8,4 miliar (Naik 9%)
• Nilai Komitmen Bisnis Rp622 miliar

Realisasi Komitmen Bisnis dan Sinergi Ekosistem Halal

Pada Closing Ceremony Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kepala BSKJI Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini telah berkembang melampaui fungsi pameran dan promosi.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Industrial Festival x Halal Indo tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga platform untuk mempertemukan industri, pasar, dan investasi dalam rangka memperkuat ekosistem industri halal nasional,” kata Emmy di Tangerang, Minggu (27/9).

Menurutnya, capaian ekonomi tersebut merupakan hasil dari terbentuknya jejaring, terbukanya peluang bisnis, dan munculnya berbagai kolaborasi selama penyelenggaraan kegiatan.

“Halal Indo 2026 boleh berakhir, tetapi semangat dan kolaborasi yang telah dibangun tidak boleh berhenti. Seluruh gagasan, jejaring, kerja sama, dan komitmen yang lahir harus menjadi energi baru untuk diwujudkan dalam program dan aksi nyata bagi penguatan industri halal Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara, serta seluruh pemangku kepentingan yang berkontribusi terhadap kesuksesan agenda ini.

Penguatan Posisi Strategis Indonesia dalam Ekosistem Halal Dunia

Kemenperin bertekad terus memperkuat industri halal melalui berbagai kebijakan dan fasilitasi, termasuk peningkatan penerapan dan sertifikasi halal di sektor industri. Sertifikasi halal dipandang sebagai instrumen peningkatan nilai tambah, jaminan kualitas, daya saing, serta pembuka akses menuju pasar global.

“Untuk mampu menembus dan memenangkan pasar global, sertifikasi halal saja tidak cukup. Produk Indonesia harus memiliki daya saing global dan didukung ekosistem halal yang kuat, terintegrasi, serta siap memenuhi kebutuhan industri,” tegasnya.

Langkah konkret tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri halal nasional sekaligus membuka peluang produk Indonesia di mancanegara sebagaimana dipublikasikan pada situs resmi https://kemenperin.go.id/.

“Industrial Festival x Halal Indo bukan sekadar pameran, tetapi ruang kolaborasi. Capaian tahun ini menjadi modal untuk membangun sinergi yang lebih kuat agar industri halal nasional semakin produktif, kompetitif, dan mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai halal global,” pungkasnya.

sumber : Kemenperin