Serap Anggaran Ratusan Miliar, Stimulus Diskon Tarif Libur Sekolah 2026 Kemenhub Raih Respons Positif

Jakarta, PR Politik – Program stimulus diskon tarif transportasi massal pada moda kereta api, kapal penyeberangan, serta kapal laut selama masa libur sekolah 2026 mencatatkan respons positif yang masif dari masyarakat. Hal tersebut tecermin dari tingginya tingkat keterisian dan pemanfaatan pada berbagai moda transportasi publik terintegrasi.

Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Farida Makhmudah, menegaskan bahwa tingginya animo publik ini semakin mempertebal komitmen Kemenhub dalam menyajikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, serta ramah di kantong masyarakat.

“Melalui kebijakan stimulus yang tepat sasaran serta sinergi erat dengan para pemangku kepentingan, Kemenhub akan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi,” ujar Farida dalam kegiatan Media Session bertajuk Wrap-Up Stimulus Transportasi Masa Libur Sekolah: Mendorong Mobilitas, Mengerakkan Ekonomi di Jakarta, Rabu (29/7).

Ia memaparkan bahwa program stimulus fiskal ini dijalankan sebagai instrumen taktis pemerintah untuk menggenjot penetrasi penggunaan transportasi umum. Dalam implementasinya, Kemenhub merajut sinergi lintas sektor yang melibatkan operator transportasi, badan usaha, asosiasi sektoral, kalangan akademisi, hingga lembaga vertikal terkait lainnya.

Berdasarkan laporan resmi dari tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, berikut adalah rincian performa penyerapan insentif tarif selama periode puncak libur sekolah:

  • 1. Sektor Perkeretaapian (PT Kereta Api Indonesia):

    Pada masa angkutan libur sekolah terhitung sejak 20 Juni hingga 5 Juli 2026, program diskon ini diklaim berjalan sangat efektif dengan tingkat keterisian melebihi target awal. Tercatat sebanyak 1.303.191 pelanggan memanfaatkan tarif diskon ini dari total 3.451.031 penumpang libur sekolah. Okupansi kapasitas diskon menyentuh angka 110,95% dengan serapan anggaran mencapai Rp90,96 miliar atau 94,53% dari pagu yang disediakan.

  • 2. Sektor Penyeberangan (PT ASDP Indonesia Ferry):

    Mengambil lokus di 8 lintas penyeberangan utama pada periode 20 Juni-5 Juli 2026, ASDP berhasil menyalurkan realisasi subsidi senilai Rp22.203.770.280. Guyuran subsidi tarif ini sukses dirasakan manfaatnya oleh 1.125.711 orang penumpang.

  • 3. Sektor Transportasi Laut (PT Pelni):

    Pelni melayani program diskon dengan rentang waktu yang lebih panjang, yakni untuk jadwal keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Per tanggal 29 Juli 2026 pagi, grafik penyerapan anggaran meroket hingga 98,84% atau setara dengan Rp66.553.085.820, dengan volume penumpang yang terlayani mencapai 674.444 orang.

Baca Juga:  Wamensos Beri Arahan Strategis untuk Tiga Program Prioritas ke Kepala Daerah

Agenda paparan kinerja tersebut turut dihadiri oleh sejumlah narasumber inti operasional lapangan, di antaranya Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo, Group Head of Commercial Shipping Business PT ASDP Indonesia Ferry Rizki Dwianda, serta Corporate Communications Manager PT Pelni Firdha Islamy.

Para panelis sepakat bahwa stimulus tarif ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran rumah tangga di sektor transportasi selama musim liburan, melainkan juga memicu dampak berantai (multiplier effect) terhadap pergerakan roda ekonomi di daerah-daerah tujuan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi lokal.

sumber : Kemenhub RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini