Komisi XIII DPR M. Shadiq Pasadigoe Sosialisasi P5HAM di Padang

Komisi XIII DPR M. Shadiq Pasadigoe Sosialisasi P5HAM

Padang, PR Politik – Penguatan Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM) di Sumatra Barat mendapat sambutan antusias dari berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Jalan Bagindo Aziz Chan, Aia Pacah, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (2/10), menjadi ruang edukasi dan dialog untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Momen Komisi XIII DPR M. Shadiq Pasadigoe Sosialisasi P5HAM di Kota Padang

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dr. (H.C.) Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M., anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, bekerja sama dengan Kementerian Hak Asasi Manusia. Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Antusiasme peserta terlihat dalam mengikuti pemaparan materi maupun sesi dialog dan tanya jawab.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nashir, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bapak Ecky Fajrian Eddy, S.E., M.H.

Dukungan Pemerintah Kota dan Kanwil Kementerian HAM Sumatera Barat

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nashir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pentingnya membangun kesadaran HAM di tengah masyarakat. Menurut Maigus, penghormatan terhadap hak asasi manusia merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, tertib, adil, dan bermartabat. Ia mengapresiasi kegiatan penguatan P5HAM yang dinilai menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk memperoleh pemahaman mengenai hak sekaligus kewajibannya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kementerian HAM Sumatera Barat, Ecky Fajrian Eddy, S.E., M.H., menekankan pentingnya implementasi P5HAM secara nyata. Menurutnya, pemahaman HAM perlu terus diperkuat agar masyarakat mengetahui haknya, menghormati hak orang lain, serta mampu berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan.

Prinsip Martabat Manusia dan Imbauan Kebijakan Pelayanan Publik

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa HAM tidak boleh berhenti sebagai norma, aturan, atau wacana, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“HAM bukan hanya persoalan aturan. HAM adalah tentang manusia dan martabatnya. Setiap warga negara harus dihormati, dilindungi haknya, serta mendapatkan kesempatan yang adil dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari perlindungan masyarakat dan akses pelayanan publik.

“Saya berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperkuat kebijakan dan pelayanan publik yang berorientasi pada penghormatan dan perlindungan HAM. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan hak-haknya,” katanya.

Pendekatan Tugas TNI-Polri serta Kolaborasi Budaya HAM Berkelanjutan

Kepada TNI dan Polri, Shadiq berharap pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban senantiasa berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan prinsip penghormatan terhadap martabat manusia.

“TNI dan Polri merupakan institusi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam menjalankan tugasnya, nilai-nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta prinsip hukum harus terus menjadi landasan,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah daerah memperluas edukasi HAM hingga tingkat kelurahan, nagari, sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas masyarakat. Ia menekankan bahwa implementasi P5HAM membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. DPR, pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, organisasi masyarakat, dan seluruh warga harus bersama-sama membangun budaya HAM,” katanya.

“HAM harus kita junjung setiap hari. Bukan hanya ketika ada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari perilaku, pelayanan, dan kebijakan kita dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

sumber : Fraksi Nasdem