Jakarta, PR Politik – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jalannya roda pemerintahan berada pada rute yang tepat dalam merealisasikan berbagai program strategis nasional demi keselamatan serta kesejahteraan bangsa.
Pernyataan optimistis tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bertajuk Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).
“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” tegasnya.
Dalam momentum dua tahun pemerintahan Prabowo, Kepala Negara menyoroti pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia menekankan tindakan tegas terhadap segala bentuk penyimpangan internal BGN.
“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Di sektor infrastruktur dan kesejahteraan sosial, Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian bedah rumah yang mencapai 440 ribu unit, renovasi 90 ribu sekolah, serta operasional 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih.
Ia turut memberikan apresiasi khusus atas kinerja penyiapan konektivitas desa melalui Satuan Tugas Jembatan yang dipimpin oleh Maruli Simanjuntak.
“Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5 ribu jembatan,” ujarnya.
Mengakhiri Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan Prabowo, Presiden menyampaikan terima kasih atas kontribusi para tokoh bangsa yang memperkuat Wantimpres serta menekankan krusialnya kerja sama tim.
“Terima kasih tokoh-tokoh nasional yang bergabung di Dewan Pertimbangan Presiden, ini kehormatan bagi saya, begitu banyak tokoh-tokoh nasional, terima kasih, ada Pak Chairul Tanjung, ada Pak Wiranto, ada Pak Hatta Rajasa,” ucapnya.
“Jadi, pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkasnya.
sumber : Kemensetneg















