Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 dengan lebih matang. Ia menekankan pentingnya evaluasi atas kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan haji sebelumnya agar tidak kembali terulang.
“Tentunya diharapkan, menterinya juga baru, tentu harapan masyarakat, di tahun ini penyelenggaraan ibadah haji dapat lebih baik,” ujar Lisda di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Lisda menilai persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji cenderung berulang setiap tahunnya. Ia menyoroti sejumlah aspek yang dinilai masih lemah, mulai dari tahap persiapan, fasilitas penginapan dan transportasi, hingga lemahnya koordinasi antarpenyelenggara.
“Mulai dari persiapan, perlengkapan, koordinasi antarlembaga juga masih lemah, termasuk tadi, barangnya, koper-kopernya, seragamnya diterima malah di Tanah Suci. Paling tidak kan ini mengganggu jamaah. Jadi tidak khusuk kan,” ungkapnya.
Menurut Lisda, penyelenggara haji harus serius menutup celah-celah kelemahan yang masih terjadi. Ia mengingatkan agar survei kepuasan jamaah yang meningkat pada 2024 tidak membuat penyelenggara terlena dan abai terhadap perbaikan.
“Setiap penyelenggaraan ibadah haji, orangnya bisa jadi baru, baik petugas haji, pelaksananya, termasuk pejabat di Kemenag. Akhirnya setiap tahun terjadilah apa yang di luar yang kita harapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Lisda mengapresiasi penurunan biaya ibadah haji tahun 2025. Ia menyebut bahwa penurunan biaya ini, meskipun tidak signifikan, tetap menjadi kabar baik bagi calon jamaah. Untuk diketahui, biaya haji tahun 2024 sebesar Rp93.410.286, sementara tahun 2025 turun menjadi Rp89.410.258.
“Tahun ini Alhamdulillah tidak ada kenaikan, bahkan ada penurunan. Walaupun sedikit, itu yang diharapkan jamaah kita,” ucapnya.
Lisda juga menanggapi rencana mulai beroperasinya Badan Penyelenggara Haji (BPH) yang akan efektif menyelenggarakan ibadah haji mulai 2026. Ia berharap dengan terbentuknya badan baru ini, kualitas penyelenggaraan haji dapat semakin meningkat, bukan justru kembali ke titik awal.
“Jangan sampai penyelenggara baru, mulai dari nol lagi. Diharapkan penyelenggaraan haji makin baik,” tukasnya.
Sumber: fraksinasdem.org















