Bandung, PR Politik – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan doktrin politik pergerakan yang wajib hadir nyata di tengah sirkuit kehidupan masyarakat lewat jalur pelayanan, pemberdayaan ekonomi, serta aksi kemanusiaan harian. Manifes politik tersebut diketuk sebagai ruh utama dalam perhelatan akbar PKB Jabar Fest dan Inagurasi Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Jawa Barat yang membakar semangat di Youth Centre Arcamanik, Bandung, Minggu (15/6).
Di hadapan kepungan sekitar 11.000 pengurus DPAC PKB se-Jawa Barat yang memadati sirkuit pertemuan baik secara daring maupun luring, tokoh yang akrab disapa Gus Muhaimin ini melayangkan draf optimisme raksasa terhadap kurva peran generasi muda dalam mendikte arah masa depan yurisdiksi Indonesia.
“Luar biasa. Saya bersyukur, 11.000 anak-anak muda ini siap menggantikan kami semua untuk memimpin republik ini dengan baik,” cetusnya menyuntikkan energi segar bagi barisan kadernya di Bandung.
Ia membongkar analisisnya bahwa target menjadikan para Ketua DPAC sebagai suksesor kepemimpinan nasional bukanlah sekadar draf slogan propaganda murahan. Secara blak-blakan, ia menilai tanah air tengah didera fenomena kelangkaan atau kekosongan figur kepemimpinan yang mengantongi kualitas premium sepanjang dua dekade terakhir.
Atas dasar itu, ia menuntut barisan kader muda PKB di tingkat akar rumput andal mendobrak kebuntuan tersebut dengan menyajikan draf keteladanan moral, integritas hukum yang bersih, serta portofolio kerja nyata yang instan dirasakan warga.
“Kita tidak sedang mencari kepemimpinan pencitraan. Yang kita cari adalah kepemimpinan yang benar-benar bekerja dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya melayangkan draf kritik tajam terhadap model politik kosmetik siber.
Ia melayangkan instruksi keras agar organisasi tidak terjebak menjadi “partai musiman” yang hanya memanaskan mesin dan menampakkan batang hidungnya menjelang sirkuit pemilu dimulai. Eksistensi partai dinilai wajib mengakar dan berputar dalam denyut nadi harian warga, terutama saat konjungtur masyarakat terhimpit oleh sengketa ekonomi, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga sengkarut tantangan sosial lainnya.
“PKB harus menjadi partai yang hadir dalam kehidupan masyarakat. Partai tidak boleh hanya hadir saat pemilu, tetapi harus hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan, membutuhkan solusi, dan membutuhkan harapan,” urainya.
Sinyal pengetatan mesin partai di wilayah lumbung suara Jabar dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda. Ia memaparkan bahwa sirkuit PKB Jabar Fest diarsiteki sebagai draf instrumen untuk mengencangkan ikatan emosional parpol dengan basis massa tradisional sekaligus meneguhkan tradisi pembelaan kaum mustad’afin yang menjadi draf karakter genetik PKB.
Ia menuntut agar setiap gerak konsolidasi struktur organisasi melahirkan multiplier effect berupa manfaat sosial dan ekonomi yang instan diserap oleh konstituen lokal, terbebas dari ego sektoral birokrasi partai yang kaku.
“PKB ingin memastikan bahwa kerja politik berjalan seiring dengan kerja sosial dan kerja kemanusiaan. Karena itu, konsolidasi organisasi harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya di hadapan barisan awak media massa.
Pentingnya sirkuit konsolidasi di tanah pasundan ini tecermin dari turunnya barisan elite komando pusat DPP PKB. Gus Muhaimin terpantau dikawal ketat oleh sang istri, Rustini Muhaimin, bersama barisan pimpinan teras di antaranya Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal dan Faisol Riza, Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh, serta barisan Ketua DPW lintas provinsi dan barisan legislator Fraksi PKB dari level DPR RI hingga DPRD kabupaten/kota.
Formasi tempur lengkap ini mengirimkan sinyal politik yang benderang bahwa PKB siap mengunci ketat ketahanan konstituennya tanpa menyisakan celah bagi infiltrasi kekuatan parpol kompetitor lain.
sumber : PKB















