Malang, PR Politik – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Safari Perhutanan Sosial pada 26–27 September 2026 di Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Agendanya berfokus pada penguatan kapasitas usaha kelompok masyarakat berbasis komoditas unggulan dan ekowisata.
Langkah Kemenhut Dorong Agroforestri Safari Perhutanan Sosial Malang Dalam Sektor Kopi
Pelaksanaan kegiatan ini menyasar sejumlah kelompok tani hutan, di antaranya HKm KTH Wonosantri Abadi di Kabupaten Malang dan HKm KTH Sumber Makmur Abadi (Sumadi) di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, peninjauan juga dilakukan di lokasi pengembangan wisata pesisir seperti Pantai Lenggok, Desa Gajahrejo, serta Pantai Tanjung Penyu, Desa Sitiarjo, Kabupaten Malang.
“Perhutanan Sosial memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sesuai potensi kawasan. Agroforestri dan ekowisata menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya,” ujar Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial, Apri Dwi Sumarah, di Malang.
Di Pasuruan, KTH Sumadi membudidayakan kopi arabika varietas Typica dan Bourbon Yellow berorientasi pasar tinggi melalui skema agroforestri bersama tanaman buah. Sementara di Malang, KTH Wonosantri Abadi mengelola komoditas kopi dari hulu hingga hilir, menghasilkan produk roasted bean, kopi bubuk, hingga drip bag coffee.
Pengembangan Usaha dan Program Kemenhut Dorong Agroforestri Safari Perhutanan Sosial Malang
Pola agroforestri memungkinkan warga memperoleh diversifikasi pendapatan dari satu hamparan kawasan, sekaligus mempertahankan kerapatan tutupan vegetasi hutan.
| Fokus Pengembangan Perhutanan Sosial | Komoditas & Kegiatan Utama |
|---|---|
| • KTH Sumadi (Pasuruan) | Kopi Arabika Typica & Bourbon Yellow, Alpukat, Jeruk, Nangka |
| • KTH Wonosantri Abadi (Malang) | Biji Sangrai (Roasted Bean), Kopi Bubuk, Drip Bag Coffee |
| • Wisata Pesisir (Malang) | Ekowisata Pantai Lenggok & Tanjung Penyu, Kemitraan Usaha |
| • Konservasi Ekosistem Laut | Penanaman Pohon Keben & Pelepasan 148 Tukik Penyu |
Prinsip Ekowisata dan Upaya Pelestarian Lingkungan Pesisir
Di samping komoditas kopi, penguatan sektor jasa lingkungan berbasis wisata pesisir menjadi pilar utama. Apri menekankan agar pengelolaan destinasi mengedepankan prinsip keaslian ekosistem ketimbang sekadar mengejar angka kunjungan wisatawan.
“Wisata alam tidak hanya sekadar menarik banyak wisatawan. Masyarakat harus memperoleh manfaat, sementara hutan dan ekosistemnya tetap terjaga. Flora, fauna, dan keaslian kawasan harus menjadi bagian yang dilindungi dalam pengembangan wisata,” terangnya.
Sebagai bentuk komitmen kelestarian, rangkaian Safari Perhutanan Sosial diisi dengan penanaman pohon keben serta pelepasliaran 148 tukik penyu lekang dan penyu sisik berkolaborasi dengan Bajulmati Sea Turtle Conservation.
Capaian Transaksi Ekonomi Jawa Timur dan Akses Kelola Masyarakat
Strategi penguatan bisnis masyarakat di Jawa Timur mencatatkan kinerja ekonomi positif, di mana Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Perhutanan Sosial periode 2021–2026 menembus angka fantastis.
“Di Jawa Timur capaian Perhutanan Sosial juga luar biasa. Nilai Transaksi Ekonomi dari 2021 sampai dengan 2026 mencapai Rp1 triliun,” ungkapnya.
Capaian tersebut menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar akses kelola hutan terus bertransformasi menjadi unit usaha produktif yang menyejahterakan warga tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan.
sumber : Kemenhut















