Jakarta, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan percepatan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai pilar utama kedaulatan pangan nasional. Dalam Rapat Koordinasi Pelaksana Swakelola Cetak Sawah di Jakarta, Rabu (25/2), Mentan memberikan tenggat waktu satu bulan bagi seluruh jajaran untuk merampungkan kontrak cetak sawah seluas 101.503 hektare.
Mentan menegaskan bahwa kolaborasi dengan TNI menjadi kunci dalam mengakselerasi target ambisius tersebut di tengah ketidakpastian iklim global.
“Waktunya tinggal satu bulan. Target kontrak cetak sawah 101 ribu hektare harus diselesaikan. Saya minta seluruh jajaran, termasuk TNI, bergerak cepat dan bekerja total. Ini penentu,” tegasnya.
Program percepatan ini menyasar sejumlah wilayah strategis yang memiliki potensi lahan luas. Ke-16 provinsi prioritas tersebut mencakup wilayah dari barat hingga timur Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Merauke (Papua Selatan), hingga Sulawesi Selatan dan Jambi.
Perluasan areal tanam ini dipandang sebagai langkah antisipasi terhadap fenomena iklim ekstrem seperti El Nino yang sempat mengganggu stabilitas pangan global pada periode sebelumnya.
“Kondisi iklim ekstrem bukan lagi pilihan, ini kewajiban kita untuk bersiap. Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Karena itu TNI, pemerintah daerah, dan seluruh jajaran harus turun tangan. Ini perintah strategis untuk menjaga kedaulatan pangan,” ujarnya.
Mentan Amran juga menyoroti pencapaian signifikan Indonesia yang mampu mempercepat target swasembada dari semula empat tahun menjadi hanya satu tahun. Keberhasilan menekan angka impor ini diklaim turut berkontribusi pada penurunan harga beras di pasar dunia.
Kesuksesan ini merupakan hasil sinergi lintas sektoral yang melibatkan Babinsa, penyuluh pertanian (PPL), hingga kepala daerah.
“Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Ini kerja kolaboratif. Babinsa, PPL, Kepala Dinas, Gubernur, Bupati, semua terlibat. Karena itu saya minta semangat yang sama untuk menyelesaikan target cetak sawah ini,” ucapnya.
Menutup arahannya, Mentan mengingatkan agar seluruh sumber daya dimaksimalkan hingga target penyelesaian kontrak pada Maret 2026 tercapai sepenuhnya. Ia optimis Indonesia akan semakin memperkuat posisinya sebagai kontributor utama ketahanan pangan dunia.
“Saya mohon ini diselesaikan dengan baik. Gerakkan semua kekuatan di lapangan. Nama Indonesia sudah baik di mata dunia, jangan ada celah. Satu bulan ini harus kita tuntaskan,” pungkasnya.
sumber : Kementan RI















