Jakarta, PR Politik – Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional kembali menunjukkan penurunan signifikan. Berdasarkan data pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) per Rabu malam (16/9), terdeteksi 479 titik hotspot high confidence, atau menyusut sebanyak 558 titik dibandingkan hari sebelumnya.
Meski angka hotspot melandai, Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan tetap menyiagakan serta memperkuat pemadaman di lapangan. Langkah ini dilakukan mengingat risiko kebakaran dan sebaran kabut asap masih mengintai sejumlah daerah, termasuk ancaman terhadap habitat satwa liar yang terlindungi.
Berdasarkan pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 hingga Rabu (16/9) pukul 21.00 WIB, seluruh enam provinsi prioritas mencatatkan penurunan titik panas.
Sumatera Selatan tercatat 123 titik (turun dari 245), Kalimantan Tengah 102 titik (turun dari 266), Kalimantan Barat 21 titik (turun dari 43), Jambi 12 titik (turun dari 62), Kalimantan Selatan 11 titik (turun dari 72), serta Riau 11 titik (turun dari 15).
Pemerintah kembali menegaskan bahwa pencatatan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan bumi, sehingga tetap membutuhkan proses verifikasi faktual (groundcheck) di lapangan oleh Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, dan para pemangku kepentingan.
Untuk mendukung pemadaman darat, pemerintah menyiagakan 53 unit armada udara yang terdiri atas 34 armada water bombing serta 19 armada patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Tiga helikopter CH-47 Chinook bantuan dari Jepang turut disiapkan, namun pengoperasiannya di Kalimantan Barat tetap memprioritaskan keselamatan penerbangan akibat pekatnya kabut asap yang membatasi jarak pandang (visibility).
Dampak karhutla juga mendesak satwa liar keluar dari habitatnya. Balai KSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) tercatat telah mengimobilisasi dan mengevakuasi 21 individu orangutan beserta 12 satwa liar lainnya, seperti trenggiling, bekantan, lutung kelabu, kukang Kalimantan, dan musang tenggalung.
| Parameter Penanganan Karhutla Kemenhut | Rincian Kinerja & Layanan Informasi |
| • Total Hotspot High Confidence | 479 Titik (Turun 558 titik secara nasional) |
| • Sebaran Provinsi Prioritas | Sumsel (123), Kalteng (102), Kalbar (21), Jambi (12), Kalsel (11), Riau (11) |
| • Dukungan Armada Udara | 53 Unit (34 water bombing & 19 patroli/OMC) + 3 Heli Chinook |
| • Penyelamatan Satwa (BKSDA Kalbar) | 21 Orangutan & 12 Satwa Liar Terdampak |
| • Call Center Evakuasi Satwa | Kalbar (0811-577-6767) | Kalteng (0811-5218-500) | Kaltim (0821-1333-8181) |
| • Posko Karhutla Kemenhut | Telp: 021-5704618 | WA: +62 8131-00-35000 |
Kemenhut mengimbau warga agar tidak melakukan penangkapan satwa liar secara mandiri dan segera menghubungi Call Center Penyelamatan Satwa Liar BKSDA terdekat.
Masyarakat juga dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar, serta diimbau membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker jika indeks kualitas udara (PM2,5) di wilayahnya masuk kategori tidak sehat.
sumber : Kemenhut















