Gelar Kajian Kewirausahaan, Partai Gelora Edukasi Masyarakat Konversi Pendapatan Jadi Kekayaan Lewat Pasar Modal

Jakarta, PR Politik – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar agenda Kajian Pengembangan Wawasan Kewirausahaan guna membahas pentingnya mengonversi pendapatan menjadi kekayaan jangka panjang melalui instrumen investasi di pasar modal. Kajian bertajuk “Investasi Pasar Modal: Peluang, Risiko, dan Strategi Cuan Maksimal” ini diisi oleh Wakil Ketua Korbid Ekonomi & Bisnis DPP Partai Gelora, Arifin Wicaksono, pada Selasa (4/8) malam.

Diskusi interaktif ini dipandu langsung oleh Ketua Korbid Ekonomi & Bisnis DPP Partai Gelora, Muhammad Zuhrif Hudaya, serta disiarkan secara live melalui kanal YouTube Gelora TV. Dalam pemaparannya, Arifin Wicaksono menekankan krusialnya mengalokasikan sekitar 30 persen dari total pendapatan harian atau bulanan ke dalam instrumen investasi yang tepat. Menurutnya, tindakan menabung secara konvensional di era modern tidak lagi cukup untuk membentengi aset dari laju inflasi yang terus menggerus nilai mata uang.

“Prinsip utamanya adalah bagaimana pendapatan bisa menciptakan kekayaan. Pasar modal menjadi salah satu pilihan strategis karena mampu memberikan imbal hasil di atas tingkat inflasi normal, sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat untuk turut memiliki perusahaan publik maupun instrumen utang negara,” ujarnya.

Ia memaparkan terdapat empat instrumen finansial utama di pasar modal yang dapat dijajaki oleh masyarakat untuk menanamkan modalnya secara aman:

  1. Saham: Menawarkan potensi keuntungan tinggi (capital gain dan dividen), namun memiliki risiko fluktuasi harian yang tinggi (high risk, high return).

  2. Obligasi: Surat utang pemerintah maupun korporasi yang menawarkan risiko relatif rendah hingga menengah dengan imbal hasil kupon yang pasti hingga jatuh tempo.

  3. Reksadana: Solusi praktis bagi pemula karena portofolionya diramu dan dikelola langsung oleh Manajer Investasi (MI) profesional.

  4. ETF (Exchange Traded Fund): Reksadana yang diperdagangkan secara real-time di bursa efek layaknya transaksi saham.

Baca Juga:  Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Tanggapi Usulan KPK soal Pembatasan Masa Jabatan Pimpinan Partai

Lebih lanjut, ia meluruskan salah kaprah yang jamak terjadi di tengah masyarakat yang kerap mencampuradukkan peran antara investor jangka panjang dan pelaku transaksi harian (trader). Akibat ketidakpahaman ini, banyak masyarakat terjebak kepanikan masif saat melihat pergerakan harga saham harian.

“Investor berfokus pada jangka panjang, minimal lima tahun, dengan melihat fundamental perusahaan dan potensi bisnisnya. Naik turunnya harga saham harian itu masih bersifat floating profit atau floating loss selama belum direalisasikan atau dijual. Jadi tidak perlu panik memantau pergerakan tiap jam seperti seorang trader,” jelasnya.

Kemajuan teknologi digital saat ini dinilai telah berhasil meruntuhkan batasan modal dalam berinvestasi. Investasi pasar modal kini tidak lagi identik dengan kaum elit atau pemilik modal raksasa saja.

“Saat ini akses investasi sangat terbuka melalui aplikasi di ponsel pintar. Bahkan dengan modal Rp5.000 saja, masyarakat sudah bisa membeli satu lot saham emiten tertentu di Bursa Efek Indonesia. Hal terpenting adalah konsistensi dan pemahaman akan risiko sebelum mengambil keputusan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan fenomena umum yang sering dialami pelaku pasar pemula, yaitu ketidakjelasan niat awal antara melakukan trading kilat atau berinvestasi jangka panjang. Banyak pemula terjebak memborong saham yang sedang tren naik (bullish) tanpa mempelajari profil perusahaannya. Begitu harga berbalik anjlok, mereka terpaksa menjadi ‘investor dadakan’.

“Banyak yang niat awalnya trading karena melihat suatu saham sedang bullish (naik). Beli tanpa melihat profil perusahaannya. Begitu harganya jeblok, akhirnya terpaksa jadi ‘investor mendadak’ atau istilah anak muda sekarang ‘dikarungi bandar’. Hal seperti ini jangan sampai terjadi,” tegasnya.

“Kunci utama keberhasilan investasi terletak pada pemahaman yang mendalam atas instrumen yang dipilih serta kepatuhan pada prinsip high risk, high return,” imbuhnya.

Baca Juga:  Serap Suara Rakyat, Perindo DKI Jakarta Luncurkan Warkop Aspirasa dan Gelar Diskusi Publik

Melalui program edukasi ini, Partai Gelora berharap masyarakat semakin bijak dalam mengelola keuangan pribadi, memahami profil risiko masing-masing, serta tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan cepat yang ditawarkan investasi bodong.

Sebagai bentuk komitmen, Partai Gelora siap melanjutkan program edukasi ini ke tahapan yang lebih mendalam melalui program pendampingan intensif serta pembukaan sesi diskusi interaktif bagi publik. Arifin menyadari pemahaman mengenai analisis teknikal dan fundamental tidak bisa diraih secara instan dalam satu malam.

“Materi yang disampaikan hari ini baru merupakan landasan dasar. Kami menyadari dunia pasar modal memiliki cakupan yang sangat luas dan terkadang terasa rumit bagi pemula. Sebab itu, kami membuka ruang interaksi dan siap menindaklanjuti pertanyaan-pertanyaan spesifik dari para peserta,” katanya.

Ia mengimbau segenap kader Partai Gelora dan masyarakat luas untuk tidak ragu memulai langkah investasi dari skala kecil demi memperluas wawasan ekonomi keluarga.

“Investasi itu adalah proses belajar dan bertumbuh secara konsisten. Tidak ada investor sukses yang berhenti belajar. Dengan konsistensi dalam menyisihkan pendapatan serta pemahaman risiko yang matang, kekayaan kita akan bertumbuh seiring berjalannya waktu,” pungkasnya menyudahi kajian tersebut.

sumber : Partai Gelora