Dede Yusuf Minta Pemerintah Perkuat Pengawasan di Perbatasan RI-Timor Leste

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, mendesak pemerintah agar memperkuat pengawasan di pos perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Desakan ini disampaikan menyusul insiden penembakan seorang WNI bernama Paulus Kaet Oki oleh aparat Timor Leste di Desa Imbate, Kecamatan Bikome Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

“Salah satu permasalahan daerah perbatasan itu memang adanya disparitas, baik dari sisi wilayah, ekonomi, maupun pertahanan,” ujar Dede, Jumat (29/8/2025).

Ia menekankan, pemerintah perlu menyiapkan sarana pendukung, terutama dalam hal keamanan di wilayah perbatasan. “Pertama tentu adalah sarana keamanan pertahanan keamanan pada TNI-Polri di wilayah perbatasan,” tambahnya.

Selain memperkuat personel, Dede juga meminta agar pemerintah melengkapi pos penjagaan dengan kamera pemantau atau CCTV. Menurutnya, hal ini penting karena masih ada sejumlah titik rawan di perbatasan yang tidak terjaga dan mudah dilintasi warga negara asing.

“Dengan adanya kamera pemantau di sepanjang garis batas, bisa membantu menjaga pertahanan perbatasan. Kamera ini juga memungkinkan penjaga perbatasan melakukan pemantauan secara langsung,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dede mengungkapkan dirinya kerap menerima laporan adanya transaksi jual beli di kawasan perbatasan antara warga Indonesia dan warga negara asing. Untuk itu, ia menyarankan pemerintah membentuk sistem pemantauan di pasar perbatasan.

“Langkah ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi ancaman dari WNA terhadap warga kita di perbatasan,” pungkasnya.

Sumber: fraksidemokrat.com

Baca Juga:  Legislator PAN Sarifuddin Sudding Dorong KPK Optimalkan Pemulihan Aset Korupsi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru