Lampung Selatan, PR Politik – Anggota DPR RI, Rycko Menoza, mendorong penguatan sistem administrasi kependudukan nasional secara mendasar melalui penerapan identitas tunggal (single identity). Langkah integrasi data ini dinilai sangat krusial guna mendukung penyelenggaraan Pemilu yang akurat, transparan, serta memiliki kualitas dan kredibilitas yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Rycko saat dikonfirmasi di Lampung Selatan, Kamis (6/8), saat menyoroti urgensi pembenahan data kependudukan sebagai fondasi persiapan menghadapi agenda politik mendatang.
“Persoalan ini harus dibenahi sejak jauh hari dan tidak menunggu tahapan pemilu dimulai,” tegasnya.
Ia memaparkan bahwa validitas Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih menjadi salah satu tantangan klasik yang kerap memicu sengketa dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Salah satu celah krusial yang memerlukan perhatian serius adalah potensi pencatatan ganda terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Para pekerja migran kerap terdata ganda, baik di negara tempat mereka bekerja maupun di daerah asal domisili mereka di dalam negeri.
Menurutnya, implementasi sistem identitas tunggal yang terintegrasi secara nasional dapat menjadi solusi permanen untuk meningkatkan presisi daftar pemilih. Sistem ini diyakini mampu memangkas potensi kendala administrasi saat masyarakat hendak menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Di samping penataan administrasi kependudukan, ia menggarisbawahi bahwa program edukasi politik kepada masyarakat harus dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan. Sosialisasi berkala diperlukan agar setiap pemilih memahami secara utuh hak serta kewajibannya dalam panggung demokrasi.
Ia mengimbuhkan, partisipasi aktif masyarakat yang dibarengi dengan kesadaran dan pemahaman mendalam terhadap nilai hak pilih akan berkontribusi langsung pada penguatan kualitas demokrasi di Indonesia. Dengan demikian, proses pemilu diharapkan mampu melahirkan wakil rakyat yang benar-benar merepresentasikan aspirasi konstituen.
Ia berharap agenda perbaikan tata kelola kependudukan ini dapat berjalan beriringan dengan peningkatan literasi politik di seluruh lapisan masyarakat. Sinergi antara validitas data kependudukan dan tingginya kesadaran politik warga dinilai akan menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya Pemilu yang bermartabat dan tepercaya.
sumber : Fraksi Golkar















