Aleg PKS Ledia Hanifa: Penjurusan di SMA Perlu Pendampingan Sejak Dini

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah menanggapi wacana mengenai penjurusan kembali di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia menilai, langkah tersebut merupakan kebijakan yang logis dan wajar dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Namun demikian, Ledia menekankan bahwa proses penjurusan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, dibutuhkan pendampingan yang tepat mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga SMA, agar siswa dapat mengenali dan mengembangkan minat serta bakat mereka dengan optimal.

“Penjurusan di SMA perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa dan kebutuhan pembangunan negara, terutama dalam bidang teknologi dan sains,” imbuh Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini.

Lebih lanjut, Ledia menilai bahwa keberhasilan sistem penjurusan sangat bergantung pada keberadaan tenaga pendidik yang berdedikasi serta memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Guru-guru tersebut diharapkan mampu membimbing peserta didik sejak dini dalam proses menemukan arah dan potensi dirinya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran guru bimbingan konseling (BK) di tingkat sekolah dasar dan menengah. Keberadaan guru BK dianggap krusial untuk mendampingi siswa membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan belajar, serta menentukan jalur karier yang tepat.

“Dengan demikian, siswa dapat memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, bukan hanya karena gengsi atau kesannya lebih keren,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, Ledia menekankan urgensi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang teknologi dan sains. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan kemandirian dan kedaulatan di sektor pangan nasional.

“Kita perlu mempersiapkan engineer-engineer yang menguasai teknologi pertanian dan pengembangan produksi pangan untuk mendukung pembangunan negara,” tegasnya.

Ledia berharap, kebijakan penjurusan di SMA dapat diterapkan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek penting seperti keberadaan guru yang berdedikasi, ketersediaan sarana-prasarana yang memadai, serta pendampingan berkelanjutan sejak pendidikan dasar.

Baca Juga:  Marinus Gea: Perlindungan Pekerja Migran Adalah Isu Kemanusiaan dan Martabat Bangsa

“Dengan demikian, siswa dapat memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka dan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan negara,” tutup Ledia.

 

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru