Jakarta, PR Politik — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kepemimpinan sejati tidak seharusnya berhenti pada kepentingan jangka pendek, termasuk kepentingan politik elektoral.
“True leadership is not about the next election, it is about the next generation,” ujar AHY.
Menurut AHY, seorang pemimpin harus memikirkan warisan yang ditinggalkan sekaligus memastikan adanya keberlanjutan setelah masa kepemimpinannya berakhir.
“Pemimpin tidak sibuk memikirkan legacy apa yang ingin ditinggalkan. Tapi dia harus sibuk untuk memikirkan sekaligus menyiapkan siapa yang akan melanjutkan hal-hal yang belum bisa dicapai atau dituntaskannya ketika waktunya telah habis,” katanya.
AHY menilai orientasi kepada generasi berikutnya penting karena pembangunan tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menentukan kualitas kehidupan masyarakat pada masa mendatang.
Ia mencontohkan persoalan lingkungan. Kenaikan suhu bumi, kemarau panjang, serta ancaman bencana hidrometeorologi merupakan persoalan yang dampaknya tidak hanya dirasakan generasi saat ini.
“Saya kalau bicara generasi punya hak karena masih punya bayi berusia enam bulan. Kalau membayangkan hari ini panasnya seperti ini, 20 tahun, 30–40 tahun ke depan, bagaimana hidup kita, hidup generasi ke depan,” ujar AHY.
Karena itu, menurut AHY, kepemimpinan harus memiliki perspektif jangka panjang dan tidak hanya berorientasi pada capaian sesaat.
“Jadi kita ingin generasi ke depan hidupnya juga semakin baik,” katanya.















