Jakarta, PR Politik – Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (5/11), di mana pemanggilan ini berfokus pada pembahasan skema revitalisasi Stasiun Gambir dan kereta Bali guna memperkuat kualitas infrastruktur transportasi serta fasilitas publik nasional.
Pertemuan strategis tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan sarana publik yang berdaya saing global sekaligus menjadi kebanggaan bangsa.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Kepala Negara memberikan sejumlah petunjuk teknis terkait pembenahan sarana transportasi di Jakarta maupun kawasan pariwisata Bali.
“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali,” katanya.
Ia menerangkan bahwa perbaikan Stasiun Gambir diarahkan untuk memodernisasi bangunan yang telah berdiri sejak medio 1970-an agar kembali berfungsi optimal.
“Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota,” jelaskannya.
Di samping pembenahan stasiun, jajaran Istana merencanakan penataan kawasan Monumen Nasional (Monas) melalui kehadiran Museum Agung Nasional (Grand National Museum) sebagai pusat edukasi dan kebudayaan baru bagi generasi muda.
“Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa instruksi Presiden Prabowo Subianto juga mencakup pembangunan moda transportasi berbasis rel di Bali yang pada tahap awal akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju koridor Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, hingga wilayah utara.
“Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara,” tuturnya.
Ia memungkas Keterangannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan fasilitas publik yang representatif dan berstandar internasional.
“Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, stasiun Gambir, pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tapi juga menjadi nation pride atau kebanggaan nasional,” pukasnya.
sumber : Kemensetneg















