Terima Menlu Türkiye di Hambalang, Presiden Prabowo Apresiasi Evakuasi 9 WNI Misi Global Sumud Flotilla

Bogor, PR Politik – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan diplomatik dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye, Hakan Fidan. Pertemuan tingkat tinggi tersebut diorkestrasi secara santai namun formal di kediaman pribadi Presiden, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/06).

Pertemuan tatap muka ini berlangsung dalam atmosfer yang hangat dan penuh keakraban, merefleksikan dalamnya rajutan hubungan persahabatan serta kemitraan strategis (strategic partnership) yang telah lama terjalin antara Jakarta dan Ankara.

Kunjungan Menlu Hakan Fidan ke tanah air ini bergulir atas undangan resmi dari Presiden Prabowo. Kehadiran utusan khusus Turki tersebut menjadi bagian dari manuver geopolitik kedua negara untuk memperketat intensitas komunikasi dan koordinasi taktis, di tengah eskalasi dinamika kawasan serta turbulensi global yang berkembang dinamis saat ini.

Dalam sesi konferensi tertutup, Presiden Prabowo secara khusus melayangkan draf apresiasi setinggi-tingginya yang ditujukan kepada Presiden Republik Türkiye Recep Tayyip Erdoğan beserta jajaran kabinetnya.

Ucapan terima kasih tersebut didasari atas dukungan diplomatik serta kerja sama pengamanan melekat yang diberikan otoritas Turki dalam proses evakuasi dan pemulangan (repatriasi) sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan maritim Global Sumud Flotilla 2.0.

Presiden Prabowo menilai dukungan Türkiye dalam misi kemanusiaan tersebut mencerminkan hubungan persahabatan yang kuat antara kedua negara, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas internasional.

Di tengah jalannya diskusi yang berlangsung konstruktif, kedua belah pihak terpantau saling bertukar pandangan geopolitik mengenai fluktuasi situasi terkini yang membayangi lanskap Timur Tengah. Pembahasan siber dan lapangan tersebut membedah berbagai krisis regional yang sedang menyedot perhatian komunitas internasional, terkhusus stabilitas keamanan di yurisdiksi Iran dan eskalasi genosida di Palestina.

Baca Juga:  Lindungi Kawasan Industri dan 30 Juta Jiwa, Presiden Prabowo Matangkan Proyek Giant Sea Wall

Sebagai sesama kekuatan ekonomi-politik yang berada di bawah payung belahan bumi selatan (Global South), Indonesia dan Türkiye tercatat mengantongi draf pandangan yang sejalan. Kedua negara sepakat mengenai krusialnya menjaga ketahanan stabilitas kawasan melalui optimalisasi ruang dialog, mediasi diplomasi, serta eksekusi penyelesaian konflik secara damai.

Poros Jakarta-Ankara mengunci draf kesepakatan untuk terus mempertebal garis koordinasi dalam mendorong upaya deeskalasi berbagai benturan militer yang terjadi di Timur Tengah. Di samping itu, Indonesia dan Türkiye kembali menegaskan pakta komitmen bersama untuk berada di garis terdepan dalam memperjuangkan hak kemerdekaan serta keadilan hukum bagi rakyat Palestina di panggung perserikatan bangsa-bangsa.

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Menlu Türkiye ini menjadi bukti otentik eratnya hubungan bilateral kedua negara yang termanifestasi dalam berbagai sektor strategis. Menghadapi tantangan global yang kian kompleks, kedua negara menunjukkan komitmen mutlak untuk konsisten berkolaborasi demi mengawal stabilitas, memelihara perdamaian, dan menegakkan nilai kemanusiaan di tingkat internasional.

sumber : Kemensetneg RI