Jakarta, PR Politik – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menerima audiensi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, guna membahas langkah percepatan pemulihan pascabencana besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (23/2), memfokuskan pada integrasi data dan strategi pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.
Menteri Rachmat menegaskan bahwa pemerintah pusat telah bergerak cepat dalam menyusun kerangka hukum dan teknis untuk memastikan Sumatera Barat segera bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi.
“Ini adalah bencana yang menimbulkan keprihatinan mendalam. Sejak awal kami sudah menyiapkan dokumen rencana induk rehabilitasi sebagai dasar pemulihan, dan itu dapat disusun lebih cepat karena koordinasi yang baik,” tegasnya.
Bencana yang terjadi akhir tahun lalu tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang masif. Gubernur Mahyeldi melaporkan bahwa total kerusakan dan kerugian diperkirakan mencapai angka Rp33 triliun. Menanggapi skala kerusakan ini, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
Keppres tersebut menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, dengan mandat utama kepada Bappenas untuk menyusun Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP Sumatera).
Renduk PRRP Sumatera dirancang bukan sekadar untuk membangun kembali, tetapi juga sebagai rujukan pengawasan tata ruang. Dokumen ini memuat peta mitigasi kebencanaan guna memastikan pembangunan kembali dilakukan di lokasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Rencana induk untuk dijadikan dasar rehabilitasi. Ini akan terus kita perbaiki dan angka-angka yang ada juga akan terus bergerak. Dan ke depan nanti kami berharap adanya satu data kebencanaan,” tambahnya.
Mengingat letak geografis Indonesia yang berada di jalur ring of fire, Bappenas menekankan bahwa setiap pembangunan infrastruktur di masa depan harus memiliki standar ketahanan bencana yang tinggi. Menteri Rachmat mengingatkan pentingnya antisipasi agar dampak serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Kita harus tanggap bencana agar bencana yang serupa tidak terjadi lagi, atau sebagai antisipasi jika terjadi, kita sudah lebih siap menghadapinya,” pungkasnya.
sumber : BAPPENAS RI















