Penanganan Longsor Cisarua: Kemensos Pasok Logistik Tiga Tahap dan Validasi Santunan Ahli Waris

Bandung Barat, PR Politik – Memasuki hari keenam pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kementerian Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan penyaluran bantuan logistik dan layanan kemanusiaan. Fokus utama saat ini meliputi pemenuhan pangan melalui dapur umum, layanan kesehatan, hingga validasi data ahli waris korban meninggal dunia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa seluruh intervensi dilakukan secara terukur mengikuti tahapan tanggap darurat guna memastikan bantuan sampai kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.

“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sesuai tahapan tanggap darurat dan melakukan pendataan secara bertahap agar seluruh dukungan dapat disalurkan tepat kepada warga terdampak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1).

Guna memastikan ketersediaan kebutuhan dasar di pengungsian, Kemensos telah mendistribusikan bantuan logistik yang terbagi dalam tiga fase strategis. Tahap pertama difokuskan pada perlengkapan evakuasi dan kebutuhan mendesak, tahap kedua pada penguatan sandang dan kasur, serta tahap ketiga pada infrastruktur sanitasi lapangan.

Secara akumulatif, bantuan yang telah disalurkan mencakup ratusan unit tenda, kasur, selimut, serta paket family kit dan kidsware. Untuk urusan pangan, dapur umum di SDN 1 Pasirlangu berkolaborasi dengan Tagana memproduksi hingga 2.250 bungkus makanan per hari, sementara dapur umum Dinas Sosial setempat memasok sekitar 4.500 bungkus untuk petugas dan relawan.

Hingga saat ini, data sementara mencatat dampak bencana yang cukup signifikan. Dari total 564 jiwa yang mengungsi di aula Kantor Desa Pasirlangu, tercatat 37 korban jiwa telah teridentifikasi, sementara 43 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Tim Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) kini tengah bekerja keras melakukan verifikasi data untuk penyaluran santunan duka. Di sisi lain, layanan kesehatan dasar terus diberikan melalui posko kesehatan gabungan yang didirikan oleh Sentra Wyata Guna.

Baca Juga:  Produk Mamin dan Horeka RI Tembus Pasar Eropa Timur, Raup Potensi Transaksi Rp23,79 Miliar di SIRHA Budapest

“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sesuai tahapan tanggap darurat dan melakukan pendataan secara bertahap agar seluruh dukungan dapat disalurkan tepat kepada warga terdampak,” tambahnya menekankan pentingnya akurasi data di tengah situasi krisis.

Penanganan bencana ini melibatkan sinergi lintas instansi mulai dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, hingga relawan Tagana, yang akan terus bersiaga selama masa tanggap darurat hingga 6 Februari 2026 mendatang.

sumber : Kemensos RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru