Sinergi Pentaheliks: Mentan Amran Gandeng IPB Percepat Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian Nasional

Bogor, PR Politik – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah transformasi sektor pertanian melalui kolaborasi strategis dengan kalangan akademisi. Kunjungan Menteri Pertanian ke Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi momentum penting dalam mendorong pemanfaatan inovasi teknologi hasil riset kampus untuk mempercepat modernisasi serta hilirisasi pertanian nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kunci utama dalam menghadapi tantangan sektor pertanian di masa depan adalah sinergi pentaheliks yang melibatkan akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan media.

“Sinergi pentaheliks: akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, serta media merupakan salah satu kata kunci dalam menghadapi dampak dari berbagai situasi. Dengan kolaborasi, pemanfaatan sumber daya yang terbatas akan semakin optimal,” ujarnya, Kamis (9/4).

Mentan Amran berharap kolaborasi ini memberikan dampak langsung terhadap percepatan adopsi teknologi dari hulu hingga hilir, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para petani di lapangan.

“Mulai dari penyediaan benih hingga hilirisasi, teknologi yang dihasilkan IPB harus bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh petani,” tegasnya.

Beberapa inovasi aplikatif yang siap dikembangkan lebih luas melalui dukungan Kementan meliputi:

  • Varietas Padi IPB 9G: Berkontribusi signifikan pada swasembada beras dengan target produksi benih mencapai lebih dari 12.500 ton tahun ini.

  • Bibit Unggul Ayam: Persilangan yang menghasilkan cita rasa ayam kampung namun memiliki produktivitas tinggi layaknya ayam ras.

  • Alat Pertanian Efisien: Pengembangan hand sprayer tipe gendong yang lebih aman dan efisien bagi pengguna.

  • Sektor Perkebunan: Penyiapan 1,7 juta benih kopi untuk dikembangkan di lahan perhutanan sosial seluas 700 hektare.

Di tengah berbagai capaian strategis seperti terjaganya stok beras nasional dan peningkatan ekspor sawit, pemerintah menaruh perhatian serius pada tantangan regenerasi petani (aging). Mentan Amran memaparkan tiga faktor utama untuk meningkatkan daya tarik sektor pertanian bagi pemuda:

  1. Peningkatan produktivitas melalui budidaya dan pengolahan hasil yang optimal.

  2. Efisiensi rantai pasok guna menjamin harga yang layak bagi produsen.

  3. Kebijakan insentif melalui deregulasi subsidi pupuk dan penetapan harga beli pemerintah yang berpihak pada petani.

Baca Juga:  Tonggak Kemandirian Alutsista, Menhan Sjafrie Saksikan Uji Coba Torpedo Kapal Selam Otonomous Karya Anak Bangsa

Rektor IPB menyampaikan apresiasinya atas kinerja Kementan dalam mentransformasi sistem pangan nasional hingga mencapai swasembada beras. Ia menegaskan kesiapan IPB untuk mendukung penuh melalui model kolaborasi berbentuk ko-kreasi.

“IPB akan mendukung sepenuhnya dengan seluruh inovasi yang ada, termasuk SDM kami, baik dosen, peneliti, maupun mahasiswa, untuk membantu transformasi yang dilakukan Kementerian Pertanian. Tantangan ke depan semakin kompleks dan dinamis, sehingga kolaborasi ini menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi ruang untuk merumuskan solusi berbasis inovasi atas persoalan nyata di lapangan. “Hari ini kami membangun model kolaborasi dalam bentuk ko-kreasi, mendiskusikan masalah, solusi, dan bagaimana inovasi yang sudah kami hasilkan bisa diadopsi dan dimanfaatkan,” jelasnya.

Melalui sinergi ini, Indonesia optimistis dapat mempercepat transformasi menuju sektor pertanian yang modern, produktif, serta memiliki daya saing kuat di pasar global.

sumber : Kementan RI