Sektor Kopi Miliki Nilai Strategis Ekonomi dan Ekologi, BAM DPR Dorong Pemerintah Perkuat Industri Kopi Nasional

Soreang, PR POLITIK – Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan, mendorong pemerintah untuk menjadikan komoditas kopi sebagai bagian dari tanaman pangan strategis nasional. Langkah ini dinilai penting karena kopi tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan konservasi lingkungan serta memperkuat industri nasional.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri ajang Festival Aspirasi BAM DPR RI yang digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (19/7). Kegiatan ini menjadi wadah dialog interaktif antara masyarakat dan DPR RI untuk menyerap aspirasi daerah yang nantinya diteruskan kepada komisi teknis serta kementerian dan lembaga terkait.

Ia menjelaskan bahwa BAM DPR RI bertugas menerima, menghimpun, mengkaji, dan menindaklanjuti setiap masukan masyarakat dari berbagai pelosok tanah air.

“Melalui Festival Aspirasi ini kami ingin mendengar langsung berbagai kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang masuk akan dikaji dan diteruskan kepada komisi maupun kementerian atau lembaga yang berwenang agar dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan,” ujarnya.

Dalam forum bertajuk “Kopi sebagai Tanaman Pangan, Konservasi, dan Industri” tersebut, pria yang akrab disapa Aher ini menegaskan bahwa nilai strategis kopi jauh melampaui posisinya sebagai sekadar minuman gaya hidup.

Ia memaparkan bahwa budidaya kopi di kawasan pegunungan dan daerah resapan air terbukti efektif menjaga kelestarian ekosistem dan mencegah erosi. Di sisi lain, komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi yang mampu mendongkrak kesejahteraan petani lokal.

“Selama ini masyarakat lebih mengenal kopi sebagai minuman. Padahal kopi memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat industri hilir, dan menjaga kelestarian lingkungan,” paparnya.

Selain dampak ekonomi dan ekologis, ia turut mengulas manfaat kesehatan dari konsumsi kopi secara bijak. Kandungan antioksidan di dalamnya dinilai mampu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan fokus, hingga meminimalisasi risiko penyakit tertentu. Oleh sebab itu, ia mendesak pemerintah memberikan regulasi dan kebijakan protektif bagi kemajuan industri perkopian nasional.

Baca Juga:  Obon Tabroni Kritik PT Yamaha Music Manufacturing Asia atas Dugaan Union Busting

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi, menyambut positif penetapan Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah Festival Aspirasi.

Ia mengungkapkan bahwa bentang alam Kabupaten Bandung sangat ideal untuk pengembangan kopi kualitas dunia, seperti dari kawasan Ciwidey, Malabar, Kertasari, Pangalengan, Arjasari, Kamojang, hingga Cikalong.

“Kabupaten Bandung dianugerahi bentang alam yang sangat mendukung pertumbuhan kopi berkualitas. Dari kawasan Ciwidey, Malabar, Kertasari, Pangalengan, Arjasari, Kamojang hingga Cikalong, lahir kopi-kopi unggulan yang telah dikenal di tingkat nasional dan terus kami dorong agar mampu menembus pasar internasional,” katanya membacakan sambutan Bupati Bandung.

Ia menambahkan bahwa bagi Pemerintah Kabupaten Bandung, kopi telah bertransformasi menjadi identitas daerah sekaligus instrumen pemeliharaan kawasan hutan.

“Bagi Pemerintah Kabupaten Bandung, kopi bukan sekadar komoditas pertanian. Kopi adalah identitas daerah, sumber penghidupan masyarakat, penggerak ekonomi kreatif, sekaligus instrumen konservasi lingkungan,” tegasnya.

Ia berharap hasil dari Festival Aspirasi ini melahirkan rekomendasi kebijakan tingkat pusat yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas kopi di seluruh Indonesia.

Mengakhiri agenda tersebut, Ahmad Heryawan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengonsumsi kopi lokal sebagai gerakan nyata mendukung kesejahteraan petani dalam negeri.

“Ingat, kopi asli itu digiling, bukan digunting. Mari bangga minum kopi Indonesia dan dukung petani kopi kita,” pungkasnya.

sumber : Fraksi PKS

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini