Sasar Daya Serap Lulusan Minimal 80%, Menaker Yassierli Sulap BPVP Menjadi “Mini Campus”

Bekasi, PR Politik – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bergerak agresif mempercepat transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia untuk bermutasi menjadi Mini Campus yang adaptif, modern, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari strategi Kemnaker dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang selaras dengan dinamika kebutuhan dunia kerja serta eskalasi perkembangan industri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, memaparkan bahwa cetak biru konsep Mini Campus ini dirancang khusus untuk merombak total fungsi BPVP. Fasilitas tersebut di-upgrade dari yang semula sekadar tempat pelatihan kerja konvensional menjadi pusat pembelajaran vokasi yang terintegrasi, responsif terhadap tren pasar, serta mandiri dalam membangun ekosistem kompetensi yang berkelanjutan.

“Konsep Mini Campus ini dirancang agar BPVP tidak hanya menjadi tempat pelatihan kerja. Nantinya, BPVP akan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran vokasi yang terintegrasi, adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja, dan mandiri,” urai Yassierli saat memimpin upacara pembukaan kegiatan Strategi dan Kick-Off Transformasi BPVP di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/6) malam.

Ia menguraikan bahwa melalui konsep Mini Campus, BPVP diproyeksikan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang disokong oleh sarana prasarana modern serta penguasaan teknologi mutakhir. Melalui intervensi leher ke atas ini, para lulusan pelatihan dibidik tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), melainkan juga memiliki kapasitas inovasi, daya saing (competitiveness), serta kesiapan mental untuk langsung terjun ke dunia kerja.

“Dengan dukungan sarana dan prasarana yang modern, BPVP akan mampu mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga inovatif, berdaya saing tinggi, dan siap diserap oleh dunia usaha maupun industri,” jelasnya membedah target kualitas lulusan.

Baca Juga:  Wamenkomdigi Ajak Media Menjadi Pilar Jurnalisme Berkualitas

Guru Besar ITB ini melayangkan sikap optimistis bahwa gelombang transformasi tersebut akan memperkokoh peran BPVP dalam menjinakkan tantangan ketenagakerjaan masa depan, sekaligus mempercepat pasokan tenaga kerja kompeten di berbagai sektor industri strategis.

“Saya menginginkan tingkat serapan hasil lulusan pelatihan vokasi di Mini Campus minimal 80 persen,” tegasnya melempar instruksi performa kerja yang tinggi.

Guna menggolkan misi makro tersebut, Kemnaker secara paralel memperluas keran akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi. Pemerintah menggaransi penyediaan puluhan ribu paket pelatihan gratis bersertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang seluruh proses pendaftarannya diintegrasikan dalam portal digital SIAPKerja.

Sinyal pengetatan mutu operasional ini diamini oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas), Darmawansyah. Ia menegaskan bahwa perombakan fundamental BPVP merupakan bagian krusial dari upaya merajut ekosistem pelatihan vokasi yang jauh lebih relevan dengan arah pembangunan ekonomi nasional.

Menurut analisisnya, BPVP di daerah wajib bertindak lincah menjadi pusat pengembangan kompetensi yang menempel ketat dengan kebutuhan industri lokal, responsif terhadap pergeseran pasar kerja, serta menyuplai manfaat ekonomi yang instan dirasakan oleh masyarakat horizontal.

“Transformasi ini bukan hanya perubahan struktur, tetapi juga perubahan cara kerja, orientasi kerja dan budaya layanan,” tandasnya menekankan pentingnya profesionalisme aparatur di lapangan.

Menutup laporannya, lewat langkah strategis menyulap BPVP menjadi Mini Campus, Kemnaker menargetkan seluruh balai pelatihan vokasi di tanah air semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi ketat pada hasil (outcome-oriented). Pendekatan hibrida yang bersih dari sekat birokrasi kaku ini diproyeksikan andal melahirkan talenta unggul yang siap memenangi persaingan di pasar kerja nasional maupun global, sekaligus mengunci ketahanan SDM industri Indonesia secara akuntabel.

Baca Juga:  Menko PM dan Mensos Dorong Reformasi Akreditasi Panti Asuhan, Tekankan Kualitas Layanan Pengasuhan

sumber : Kemnaker RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru