Jakarta, PR Politik – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menerima kunjungan strategis dari jajaran fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan (BEM FISIP UNPAS). Agenda bertajuk Company Government Visit ini dihelat di Aula Trimatra, Gedung Pierre Tendean, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (19/5), sebagai ruang edukasi serta dialog interaktif dalam memperkuat wawasan generasi muda terkait isu bela negara dan geopolitik global.
Kepala Bagian Hubungan Kemitraan (Kabag Hubmitra) Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Kolonel Inf. A. Yoyok Pranowo, hadir membuka kegiatan sekaligus membacakan amanat tertulis Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan. Pemerintah mengapresiasi tinggi inisiatif akademis ini sebagai bentuk kepekaan sosiopolitik kaum intelektual muda terhadap masa depan kedaulatan NKRI.
“Ancaman terhadap suatu negara saat ini tidak lagi hanya berbentuk ancaman militer konvensional, tetapi telah berkembang menjadi ancaman multidimensi yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pertahanan negara dan ketahanan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda,” demikian petikan sambutan Karo Infohan yang dibacakan oleh Kolonel Inf. A. Yoyok Pranowo.
Lebih lanjut, dalam pengarahan tersebut ditekankan bahwa mahasiswa memegang peranan mahapenting sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus suksesor kepemimpinan nasional di masa depan. Pada era disrupsi digital yang ditandai dengan masifnya arus informasi, para mahasiswa dituntut untuk mempertebal literasi digital serta kemampuan berpikir kritis guna menangkal penetrasi perang urat saraf (psychological warfare) di dunia maya.
Generasi muda diwajibkan mampu memilah informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh sebaran berita bohong (hoaks) maupun narasi-narasi destruktif yang sengaja diembuskan pihak asing untuk memecah belah persatuan bangsa.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, forum ilmiah ini menghadirkan tiga narasumber otoritatif dari internal Kementerian Pertahanan yang mengupas tuntas materi dari berbagai klaster:
-
Brigjen TNI Efran Gunawan, S.I.P., M.I.P. (Kepala Pusat Analisis Intelijen Pertahanan BIK Intelhan Kemhan), memaparkan dinamika dan tantangan intelijen serta geopolitik global terkini.
-
Kolonel Laut (P) Ricky Tacoma, D.E.S.D. (Akademisi Kerjasama ASEAN Ditkersinhan Kemhan), mengulas strategi dan peta jalan kerja sama pertahanan di kawasan regional Asia Tenggara.
-
Kolonel Arh. Mohamad Ufiz, S.I.P., M.I.POL. (Kepala Bidang Lingkungan Pendidikan Pusbelneg Badan Cadangan Nasional Kemhan), menitikberatkan pada metode penguatan wawasan kebangsaan dan doktrin bela negara bagi generasi Z.
Memasuki sesi diskusi, arus tanya jawab berjalan dinamis dan mendapat respons antusias dari para peserta yang kritis membedah kebijakan pertahanan nasional. Melalui kunjungan kedinasan ini, Kementerian Pertahanan berharap dapat mengikis jarak komunikasi antara birokrasi pemerintah dan entitas mahasiswa. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk menyamakan persepsi bahwa ketahanan nasional merupakan tanggung jawab kolektif seluruh komponen bangsa dalam menghadapi kompleksitas global di masa depan.
sumber : Kemhan RI















