Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono ‘Caping’, menegaskan pentingnya pangan bergizi yang terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, seluruh rantai hulu hingga hilir sektor pangan harus bisa diakses oleh produsen maupun konsumen untuk menjaga kelangsungan pasokan sekaligus mencegah praktik mafia pangan.
“Harga adalah instrumen input yang sangat penting bagi petani dan nelayan dalam menyediakan pangan, adanya kepastian harga saat panen menjadikan mereka semangat serta punya harapan keuntungan dari hasil jerih payah mereka,” ujar Riyono.
Riyono mengkritik sistem informasi pangan saat ini yang dinilai masih banyak merugikan petani dan nelayan. Hal ini disebabkan oleh akses informasi yang belum merata dan eksklusif untuk semua produsen, khususnya nelayan kecil yang kerap kesulitan mendapatkan informasi harga secara transparan sehingga harga jual mereka tertekan.
Menurutnya, sistem informasi pangan masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal ketersediaan data, kualitas, aksesibilitas, dan keamanan. “Data masih menjadi barang mahal bagi pengambil kebijakan, one big data sektor pertanian perikanan kelautan harus terintegrasi dan disajikan mudah agar diakses oleh petani nelayan dan para pebisnis,” jelasnya.
Riyono juga menyoroti keluhan petani dan nelayan yang sering mengalami harga jatuh saat panen atau hasil tangkapan melimpah. Ia mengingatkan agar fenomena ini tidak terulang di tengah tekad Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Keluhan petani nelayan saat panen dan tangkapan melimpah sama: harga selalu jatuh, jangan sampai terjadi lagi saat Presiden sudah bertekad swasembada pangan, jangan ada cerita swasembada tercapai harga rendah,” tegas Riyono.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa harga pangan harus memberikan kepastian keuntungan yang adil bagi semua pihak, mulai dari petani, nelayan, pengecer, hingga pengusaha. Jika tidak, risiko munculnya oligarki yang meraup keuntungan tidak adil akan semakin besar.
“Keadilan harga harus dikendalikan oleh negara, jangan ada monopoli harga oleh siapapun. Penguatan sistem informasi pangan mutlak sampai kepada level petani nelayan,” tutup Riyono.
Sumber: fraksi.pks.id















