Ramadan Jadi Momentum Emas, Menperin Agus Gumiwang Targetkan Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Jakarta, PR Politik – Momentum bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah kembali menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan industri halal nasional. Lonjakan permintaan yang signifikan pada sektor makanan, minuman, fesyen muslim, hingga kosmetik halal dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri halal kini telah bertransformasi dari sekadar pemenuhan kebutuhan religius menjadi sektor ekonomi bernilai tinggi. Sektor ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan manufaktur dan stabilitas ekonomi nasional.

“Industri halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan keagamaan masyarakat, tetapi juga merupakan peluang ekonomi yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal, Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut Menperin, tren konsumsi produk halal saat ini tidak hanya didasarkan pada kepatuhan syariah, tetapi juga pada jaminan kualitas, kebersihan, dan keamanan produk. Sertifikasi halal dipandang sebagai bentuk perlindungan konsumen melalui proses produksi yang higienis dan transparan.

“Edukasi mengenai pentingnya produk halal perlu terus diperkuat, karena sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi konsumen muslim, tetapi juga menjamin kualitas produk, keamanan bahan baku, serta transparansi proses produksi,” ungkapnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara aktif mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk proaktif meraih sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing, baik di pasar domestik maupun mancanegara.

Data perdagangan menunjukkan performa gemilang industri halal Indonesia. Pada tahun 2024, nilai ekspor produk halal nasional diperkirakan menembus angka USD 50 miliar. Namun, di tengah potensi pasar halal global yang bernilai lebih dari USD 3 triliun per tahun, masih terdapat kesenjangan besar dalam perdagangan antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Baca Juga:  Perkuat Diplomasi Rempah, KJRI Karachi Fasilitasi Ekspor Produk Pertanian Indonesia ke Pakistan

“Melalui program pembinaan yang dilakukan oleh Kemenperin, ribuan pelaku IKM telah mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk industri dalam negeri,” jelasnya.

Indonesia diproyeksikan mampu menjadi pemain kunci dalam memenuhi kebutuhan pasar global yang kini menjadikan produk halal sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan modern. Penguatan kebijakan, transformasi teknologi, serta sinergi lintas sektoral menjadi kunci untuk memenangkan persaingan di pasar internasional.

“Dengan dukungan kebijakan pemerintah, peningkatan kualitas industri, serta sinergi antara pelaku industri, lembaga sertifikasi, dan berbagai pemangku kepentingan, kami optimistis industri halal Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi pemain global yang diperhitungkan,” pungkasnya.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru