Puteri Komarudin Dorong INKA Tingkatkan Kualitas Produk Usai Terima PMN Rp473 Miliar

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI di PT INKA Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026

Banyuwangi, PR Politik – Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk PT Industri Kereta Api (INKA) setelah perusahaan menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp473 miliar pada 2025. Dana tersebut, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2025, dialokasikan untuk pengembangan fasilitas produksi dan fasilitas pendukung di pabrik INKA Madiun dan Banyuwangi.

Pernyataan itu disampaikan Puteri saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI di PT INKA Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, tambahan modal dari pemerintah harus diikuti dengan peningkatan mutu produk agar mampu memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap transportasi publik berbasis produk dalam negeri.

“Kami tentu mendukung PMN ini agar INKA dapat meningkatkan kapasitas produksi. Namun, kami berharap kualitasnya juga benar-benar diperhatikan. Pada bulan April lalu, sempat muncul keluhan dari para pengguna KRL terkait rangkaian kereta yang produksi INKA yang mengalami kendala operasional sehingga perjalanan menjadi lebih lambat dari biasanya. Kita tentu tidak ingin semangat menggunakan produk dalam negeri justru dipertemukan dengan pengalaman pengguna yang kurang baik,” ungkap Puteri.

Pernyataan tersebut juga disampaikan Puteri melalui rilis yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Selain PMN untuk PT INKA, Puteri mengungkapkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga memperoleh Penyertaan Modal Negara sebesar Rp1,8 triliun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2025. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan sarana Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.

Menurut legislator Fraksi Partai Golkar itu, tambahan investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan KRL yang saat ini menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat di kawasan Jabodetabek.

“Tentunya, kami melihat pengadaan ini sudah sangat mendesak untuk mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, jumlah pengguna KRL saat ini sudah mencapai sekitar 1 juta penumpang per hari. Angka ini menunjukkan bahwa KRL bukan lagi sekadar moda transportasi alternatif, tetapi sudah menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Jabodetabek,” jelasnya.

Baca Juga:  Hidayat Nur Wahid Tolak Penggunaan Dana Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Selain menyoroti peningkatan kapasitas sarana transportasi, Puteri juga mengingatkan pentingnya percepatan penanganan perlintasan sebidang yang masih berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun perjalanan kereta api. Menurutnya, insiden yang terjadi di Bekasi Timur harus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat aspek keselamatan transportasi nasional.

Ia menilai masih banyak perlintasan sebidang, terutama di wilayah Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, yang belum dilengkapi sistem penjagaan memadai sehingga membutuhkan perhatian lebih serius dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kejadian kemarin seharusnya menjadi pengingat sekaligus bahan evaluasi bahwa keselamatan tidak boleh dipandang sebagai urusan pelengkap dalam pembangunan transportasi. Bahkan, di Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, masih banyak ditemukan perlintasan sebidang yang tidak dijaga. Untuk itu, kami berharap KAI juga mempercepat penanganan terhadap perlintasan sebidang guna menjaga keselamatan masyarakat,” tutup Puteri.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru