Jakarta, PR Politik – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggembleng ratusan peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (03/11), di mana momen Presiden Prabowo taklimat peserta P3MDI tersebut menjadi pijakan utama pemerintah dalam mencetak calon-calon pemimpin bangsa yang tidak cuma andal secara profesional, tetapi juga berintegritas tinggi serta berjiwa kebangsaan kuat.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menerangkan bahwa perhelatan gagasan yang dikelola oleh Universitas Republik Indonesia (URI) ini berhasil menyaring sekitar 400 lulusan sarjana terbaik pada angkatan perdana guna mengawal berbagai program strategis nasional.
“Menyiapkan para lulusan dari sarjana yang memang memiliki kapasitas yang baik, yang dibutuhkan sesuai untuk berbagai program strategis nasional,” ujarnya dalam keterangan kepada awak media.
Ia memaparkan bahwa seluruh talenta terpilih wajib menempuh tahapan penggemblengan intensif mencakup enam bulan pelatihan akademis karakter dan dilanjutkan dua bulan pemantapan magang kerja.
“Nah penyiapan dari 400 orang yang akan nantinya ditempatkan di BUMN dan berbagai program strategis itu dilakukan oleh URI. Nah ini yang mereka ada training selama 6 bulan, kemudian mereka akan ada magang juga selama 2 bulan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pesan mendalam Kepala Negara yang menginginkan agar para calon pemimpin muda ini memiliki pemahaman komprehensif atas realitas sosial masyarakat bawah serta menjunjung nilai kejujuran saat diterjunkan di berbagai instansi.
“Intinya tadi Pak Presiden memberikan pembekalan bagaimana mereka betul-betul siap, betul-betul memiliki integritas yang baik, hati yang baik, kapasitas yang baik, dan juga jiwa kebangsaan, rasa pemahaman yang baik tentang kondisi rakyat Indonesia, kondisi bangsa Indonesia,” ungkapnya.
“Sehingga mereka ketika nanti bekerja, mereka memiliki performasi yang baik dengan integritas yang tinggi,” pungkasnya.
sumber : Kemensetneg















