Jakarta, PR Politik – Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BPPP) DPP PKS, Slamet, menegaskan bahwa peluang generasi muda untuk menjadi anggota legislatif saat ini semakin terbuka lebar. Komitmen tersebut ditandai secara konkret melalui kebijakan afirmasi internal PKS yang mematok target minimal 30 persen calon legislatif (caleg) berasal dari kalangan anak muda pada kontestasi mendatang.
Dalam sesi pembekalan Program Jalan Muda Parlemen, Slamet memaparkan bahwa kebijakan strategis ini merefleksikan keseriusan PKS dalam mengarsiteki regenerasi kepemimpinan politik nasional. Ia mengimbau generasi muda untuk menepis keraguan dalam melangkah ke dunia politik praktis lantaran PKS telah menggelar karpet merah di seluruh tingkatan struktural, mulai dari DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, hingga DPR RI.
“Kesempatan bagi anak muda di PKS ini sangat terbuka. Luar biasa pimpinan kita, jadi pimpinan kita betul-betul memberikan apresiasi dan berharap dari generasi ke depan afirmasinya kita ingin anak muda menjadi caleg 30%,” ujarnya di hadapan para peserta kader muda, Rabu (1/7).
Menurutnya, momentum bonus demografi Indonesia yang saat ini menyandarkan kekuatan pada sekitar 64 juta pemilih muda harus dikonversi menjadi peluang elektoral raksasa oleh para kader muda PKS. Gerakan ini dinilai esensial agar aspirasi pemuda tidak sekadar menjadi komoditas politik pemilu.
“Yang tahu apa yang dibutuhkan generasi muda adalah generasi muda itu sendiri. Maka insya Allah peluang jadi juga. Setelah pimpinan kita memberikan ruang afirmasi maka tidak ada alasan untuk anak-anak muda tidak duduk di parlemen. Jadi bukan sekedar mimpi, ini harus terealisasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meluruskan pandangan keliru di masyarakat mengenai kontestasi politik yang selalu diidentikkan dengan modal finansial tinggi. Ia menjelaskan bahwa tiket menuju kursi parlemen sejatinya dapat diraih melalui penguatan instrumen kerja yang sistematis, yang ia rangkum dalam formula “3M”.
“Kira-kira hanya butuh 3M saja modalnya. Modal sosial, modal organisasi, dan modal logistik,” urainya membedah rahasia efisiensi pemenangan pemilu bagi tokoh muda yang minim modal materi besar.
Menutup pemaparannya secara komprehensif, Slamet mengingatkan seluruh jajaran caleg muda PKS agar senantiasa melandasi perjuangan politik dengan niat ibadah serta totalitas dalam berikhtiar di lapangan. Keyakinan spiritual dan kerja keras dinilai akan membuka jalan kemudahan birokrasi.
“Jalan ke parlemen adalah jalan penghambaan kita kepada Allah. Maka insya Allah tiap langkah kita menjadi ibadah kita dan yakin takdir akan bertemu dengan ikhtiar kita. Jangan takut kita belum ada modal, tapi insya Allah dengan keseriusan kita nanti Allah akan berikan kemudahan,” pungkasnya menyuntikkan optimisme kepada para kader.
sumber : PKS















