Moskow, PR Politik – Parlemen Rusia mengundang DPR RI untuk bergabung dalam BRICS+ Parliamentary Forum, seiring dengan keanggotaan Indonesia di kelompok informal BRICS. Ajakan tersebut disampaikan oleh Komisi Luar Negeri Dewan Federal Federasi Rusia saat menerima Delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI di Moskow, Rusia, Senin (24/2/2025). Delegasi DPR RI dipimpin oleh Ketua BKSAP, Mardani Ali Sera.
“Dewan Federasi menyambut baik kehadiran Indonesia dalam berbagai forum dialog, baik di ASEAN maupun dalam format BRICS. Saya mengucapkan selamat atas 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia. Kami menganggap Indonesia sebagai mitra bersahabat dengan kerja sama yang baik,” ujar Ketua Komisi Luar Negeri Dewan Federal Federasi Rusia, Senator Grigory Karasin.
Ketua Delegasi BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, merespons positif ajakan tersebut dan menegaskan akan menindaklanjutinya dalam waktu dekat. Ia menilai BRICS memiliki potensi untuk membangun kolaborasi lebih erat dengan Indonesia.
“BKSAP melihat ada ketulusan dan semangat bergerak bersama dari BRICS untuk dunia yang lebih baik,” ujar Mardani.
Dalam kesempatan tersebut, BKSAP juga mengundang Dewan Federasi Rusia untuk berkunjung ke Indonesia dalam rangka memperkuat kerja sama antarparlemen dan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
“Kami juga mendorong peningkatan kontak dan frekuensi kunjungan timbal balik, seiring dengan pembentukan Grup Kerja Sama Bilateral di DPR RI untuk Rusia,” tambah Mardani.
Senator Grigory Karasin menekankan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Rusia serta kerja sama dalam BRICS dapat mendorong pertumbuhan di kawasan Global South dan Global East. Ia juga menyatakan optimisme terhadap dunia multipolar yang lebih adil.
“Kami menantikan kehadiran Presiden Prabowo ke Rusia pada Mei mendatang dalam rangka peringatan Kemenangan Perang Dunia II dan pada Juli untuk menghadiri St. Petersburg Economic Forum,” kata Grigory.
Selain ajakan untuk bergabung dalam BRICS+ Parliamentary Forum, Dewan Federasi Rusia juga mengusulkan pembentukan grup geopolitik baru di Inter-Parliamentary Union (IPU). Grup ini, yang akan disebut BRICS+, bersifat terbuka bagi parlemen negara-negara anggota BRICS maupun yang ingin bergabung dengan blok tersebut.
Dewan Federasi Rusia juga berharap adanya peningkatan kerja sama bilateral dengan Indonesia, termasuk penyelesaian negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU).
BKSAP DPR RI turut menyoroti pentingnya percepatan investasi kilang minyak di Tuban, yang dinilai akan memberikan manfaat bagi kedua negara. Selain itu, BKSAP juga mendorong penguatan kapasitas bahasa bagi staf parlemen kedua negara agar dapat mempelajari bahasa masing-masing.
BKSAP DPR RI melakukan lawatan kehormatan ke Moskow pada 22-27 Februari 2025 dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia. Delegasi DPR RI terdiri dari Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Mardani Ali Sera (FPKS), Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh (F Partai Gerindra), serta anggota Gde Sumarjaya Linggih (FPG). Mereka bertemu dan berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BRICS Expert Council, Dewan Federasi Majelis Federal, Duma Negara Majelis Federal, serta Kelompok Persahabatan Rusia-Indonesia Duma Negara Majelis Federal.
Sumber: fraksi.pks.id















