Muh Haris: Pemenuhan Gizi Dasar Kunci Siapkan Generasi Emas 2045

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Muh Haris | Foto: DPR RI (dok)

Semarang, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muh Haris, menekankan pentingnya pemenuhan gizi dasar dan pelayanan kesehatan yang merata sebagai fondasi dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan tangguh menuju visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini disampaikan Muh Haris saat memberikan sambutan dalam acara Rihlah Tokoh-tokoh Perempuan Jawa Tengah yang digelar di Agrowisata Gunungsari Kopeng, Kabupaten Semarang, Minggu (27/7/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum ibu dan perempuan, untuk lebih aktif mengawal kesehatan keluarga serta meningkatkan kesadaran gizi sejak usia dini.

“Kalau kita ingin mencetak generasi emas 2045, maka saat ini kita wajib memastikan anak-anak kita tumbuh dengan sehat, cerdas, dan bergizi. Jangan sampai masa depan bangsa terganggu hanya karena urusan yang mestinya bisa dicegah sejak awal, seperti kekurangan gizi,” tegasnya.

Merujuk data terbaru Kementerian Kesehatan RI tahun 2025, sebanyak 4,48 juta balita di Indonesia masih mengalami stunting, dengan separuh kasus tersebar di enam provinsi besar, termasuk Jawa Tengah. Meski prevalensi stunting nasional telah turun menjadi 19,8%, beberapa daerah justru menunjukkan tren peningkatan dengan angka prevalensi di atas 30%.

Selain itu, Muh Haris menyoroti rendahnya capaian layanan gizi dasar. Capaian ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) baru mencapai 15,5% dari target nasional 65%. Sementara cakupan imunisasi dasar lengkap untuk balita baru 24,9% dari target 70%, dan balita gizi kurang yang menerima tambahan asupan gizi hanya 21,3%, jauh dari target 65%.

“Angka ini harus jadi alarm bagi kita semua, termasuk pemerintah pusat dan daerah, untuk segera mempercepat layanan gizi dasar. Ini bukan sekadar urusan anggaran, tapi soal keberlangsungan masa depan bangsa,” ujar politisi asal Dapil Jateng I itu.

Baca Juga:  Cucun Ahmad Syamsurijal Ajak Masyarakat Perangi Judi Online di Indonesia

Ia juga menyoroti peran penting Puskesmas dan Posyandu dalam upaya deteksi dini dan penanganan balita bermasalah gizi. Untuk itu, ia mendorong pemerintah memberikan dukungan lebih bagi tenaga pelaksana gizi, terutama di daerah-daerah terpencil.

Menutup sambutannya, Muh Haris mengajak para tokoh perempuan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mengingat peran strategis perempuan sebagai pilar utama pendidikan gizi dalam keluarga.

“Bila perempuan sadar akan pentingnya gizi, maka keluarga akan sehat. Bila keluarga sehat, bangsa ini akan kuat,” pungkasnya.

Sumber: fraksi.pks.id

Bagikan: