Mewakili Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua Umum Golkar Wihaji Resmi Tutup Mubes V Kosgoro 1957

Jakarta, PR Politik – Agenda akbar Musyawarah Besar (Mubes) V Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 secara resmi ditutup pada Sabtu (6/6) di Merlynn Park Hotel, Jakarta. Prosesi penutupan ormas pendiri Partai Golkar tersebut dieksekusi oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Wihaji, yang hadir secara khusus mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Dalam draf sambutan arahannya, ia melayangkan apresiasi tinggi atas kesuksesan penyelenggaraan Mubes V Kosgoro 1957 yang dinilai bergulir mulus dengan kepungan semangat kebersamaan, demokrasi, serta kekeluargaan. Mantan Bupati Batang ini juga melayangkan ucapan selamat kepada Sari Yuliati yang sukses terpilih secara aklamasi mutlak sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 untuk periode masa bakti 2026–2031.

“Atas nama Ketua Umum DPP Partai Golkar Bang Bahlil Lahadalia dan keluarga besar Partai Golkar, saya mengucapkan selamat kepada Ibu Sari Yuliati atas amanah yang diberikan oleh seluruh kader Kosgoro 1957. Kami berharap kepemimpinan baru ini mampu menghadirkan transformasi organisasi yang semakin kuat, modern, adaptif, dan produktif dalam menjawab tantangan zaman,” urainya saat membacakan draf amanat tertulis dari pimpinan tertinggi partai beringin.

Menurut analisisnya, Kosgoro 1957 mengantongi rekam jejak sejarah panjang (historical track record) yang kokoh sebagai salah satu pilar utama pendiri Partai Golkar yang konsisten menyuplai pasokan kader-kader pemimpin bangsa. Atas dasar itu, draf akselerasi transformasi kelembagaan dinilai mendesak untuk terus digulirkan tanpa boleh mereduksi nilai-nilai perjuangan serta doktrin karya kekaryaan yang menjadi jati diri utama Kosgoro.

Ia mempertegas doktrin bahwa konjungtur zaman hari ini menuntut organisasi kemasyarakatan untuk bergerak lebih lincah, inovatif, dan responsif terhadap jeritan kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia mematok draf keyakinan bahwa di bawah nakhoda Sari Yuliati yang juga Wakil Ketua DPR RI, Kosgoro 1957 andal memperketat rantai kaderisasi hibrida, memperlebar sayap pengabdian sosial, serta mengunci draf transformasi kelembagaan yang berdampak nyata bagi negara.

Baca Juga:  Said Aldi Alidrus Pimpin Silaturahmi Calon Pengurus AMPG di DPP Partai Golkar

“Transformasi bukan sekadar perubahan struktur, tetapi perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat. Kosgoro 1957 harus menjadi organisasi yang semakin relevan, progresif, dan mampu melahirkan kader-kader terbaik untuk Indonesia,” tegasnya menyuntikkan draf instruksi taktis di hadapan para peserta Mubes.

Selain mengunci sirkulasi kepemimpinan baru, Mubes V Kosgoro 1957 dilaporkan berhasil memproduksi barisan draf rekomendasi strategis guna mempertebal peran nyata organisasi pada tiga klaster sektoral:

  • Klaster Pendidikan: Penguatan mutu modal insani kader melalui program pelatihan vokasi dan beasiswa.

  • Klaster Ekonomi: Akselerasi pemberdayaan ekonomi sirkular berbasis UMKM kader di daerah.

  • Klaster Sosial-Kemasyarakatan: Pengetatan jejaring posko pengabdian hibrida untuk merespons dinamika sosial.

Forum tertinggi ini diklaim sukses bertindak sebagai dinamo konsolidasi nasional sekaligus titik start transformasi Kosgoro 1957 menuju arsitektur organisasi yang lebih solid dan memiliki daya saing makro di panggung politik nasional.

Menutup draf rilis siber kepartaian, dengan berakhirnya ketukan palu Mubes V ini, seluruh jajaran kader di tingkat pusat hingga tapak daerah diinstruksikan untuk merapatkan barisan secara simetris guna menyokong penuh kabinet baru. Sinergi kolektif ini ditargetkan mampu memuluskan draf transformasi Kosgoro 1957 sebagai organisasi karya yang modern, produktif, serta andal memberikan asas manfaat yang luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

sumber : Golkar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini