Menteri Sosial Gus Ipul Ajak Pemprov Kaltim Sinergi Data Tunggal untuk Pengentasan Kemiskinan

Samarinda, PR Politik – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersinergi mengentaskan kemiskinan dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia juga mengajak pemerintah daerah membantu memutakhirkan data secara berkala agar program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan tepat sasaran.

“Mari kita mulai bekerja dengan data yang sama dulu,” kata Gus Ipul dalam Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, Samarinda, Selasa (7/10).

Menurut Gus Ipul, program pemerintah sangat bergantung pada data yang akurat. Karena itu, DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) perlu dimutakhirkan lewat partisipasi daerah secara berjenjang.

“Perlu partisipasi RT, RW, desa, kelurahan, kabupaten/kota, akhirnya juga nanti ke provinsi,” katanya. Data yang mutakhir tersebut akan diverifikasi, validasi, dan dirankingkan, sehingga memudahkan pemerintah untuk mengetahui sasaran program.

“Hari ini alhamdulillah kita mulai dengan Kaltim, dengan kabupaten/kota. Kita sudah ada koordinasi sebelumnya. Kita ingin mari kita implementasikan dan konsisten dengan proses bisnis yang telah kita tawarkan dan buat bersama-sama,” katanya.

Gus Ipul mengapresiasi kinerja Pemprov Kaltim yang cukup bagus dalam penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi, namun ia menekankan agar warga yang belum terbawa dalam proses pembangunan mendapat perhatian, salah satunya lewat Sekolah Rakyat. Ia bersyukur sudah ada tiga titik Sekolah Rakyat di Samarinda, yang ditujukan bagi anak usia sekolah yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah.

Ajakan Gus Ipul disambut positif Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji. Ia menyebutkan laporan BPS menunjukkan kolaborasi program pusat dan provinsi berhasil meningkatkan angka partisipasi sekolah yang pada 2025 ini naik signifikan menjadi 10,6 persen, dari yang sebelumnya hanya 9 tahun.

Baca Juga:  Pemerintah Capai 73% Target TORA Kawasan Hutan, 3,04 Juta Hektare Lahan Dilegalisasi Melalui PPTPKH

Seno Aji juga menyebutkan angka kemiskinan di Kaltim pada 2025 turun menjadi 5,17 persen dari 6 persen pada 2024. “Turun kurang lebih 1 persen. Ini upaya luar biasa,” katanya. Ia berharap program inisiatif daerah bersama Kemensos dapat memberikan layanan lebih baik lagi bagi masyarakat miskin, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Pemprov berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas para pendamping sosial dan pekerja sosial di lapangan.

Sebagai informasi tambahan, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 Samarinda yang menjadi sorotan memiliki 96 siswa yang terbagi dalam 4 rombongan belajar untuk tingkat SMP dan SMA.

 

sumber : Kemensos RI

Bagikan:

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru