Jakarta, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak generasi muda dan pegawai Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk mengubah pola pikir, bekerja kreatif, dan berintegritas demi kemajuan bangsa. Ajakan tersebut disampaikan dalam kuliah umum daring yang diselenggarakan Politeknik STIA LAN Jakarta, Selasa (26/8), dan diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta.
“Kalau ingin sukses, jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja luar biasa, kreatif, dan di luar ekspektasi atasan, itu yang akan membuat kalian melompat dalam karier. Jadilah orang yang membuat pimpinan sedih jika kalian tidak hadir,” tegas Mentan Amran.
Dalam paparannya, Mentan Amran membagikan pengalamannya sebagai pegawai negeri dan dosen, serta jabatannya sebagai Menteri Pertanian selama dua periode. Ia juga menyinggung sejumlah penghargaan yang pernah diterima, termasuk Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kinerjanya.
Lebih lanjut, Mentan Amran menyoroti strategi pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Ia mengungkapkan bahwa target awal Presiden yang semula ditetapkan dalam empat tahun sempat dipercepat menjadi satu tahun. “Kalau tidak ada tantangan seperti perubahan iklim, hampir pasti swasembada sudah tercapai pada 2025,” jelasnya.
Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juli 2025 mencapai 122,64, naik 0,76% dari bulan sebelumnya. Sementara itu, stok beras nasional pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia. “Tidak ada satu negara pun di dunia yang ingin Indonesia berdaulat pangan,” ujarnya.
Dalam pesannya kepada generasi muda, Mentan Amran menekankan bahwa keberhasilan bangsa lahir dari generasi yang berprinsip, beradab, dan berintegritas. Ia mendorong anak muda Indonesia untuk percaya diri dan berani bermimpi besar. “Saya ingin pemuda Indonesia mengantar negaranya menjadi negara superpower. Self-confidence adalah kunci utama,” ujarnya.
Ia juga membagikan konsep tiga tingkat keyakinan, yaitu ilmu yakin (15%), ainul yakin (20%), dan haqul yakin sebagai keyakinan tertinggi. Mentan Amran berpesan agar generasi muda tidak takut terhadap tekanan dan mau bekerja keras minimal 15 hingga 20 jam per hari. “Kerja keras hari ini, maka 15 tahun lagi kalian akan menuai kebahagiaan. Tapi kalau kalian main-main sekarang, penderitaan akan menjemput di masa tua,” pesannya.
Menutup kuliahnya, Mentan Amran menegaskan pentingnya menjauhi korupsi dan terus bekerja dengan dedikasi untuk negara. Sekretaris Utama LAN RI, Andi Taufik, menyampaikan terima kasih atas kesediaan Mentan Amran memberikan kuliah umum dan berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat memotivasi mahasiswa dan pegawai LAN untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
sumber : Kementan RI















