Surakarta, PR Politik — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., mengikuti Kunjungan Kerja Panja Lingkungan Hidup ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Surakarta. Kunjungan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pengelolaan sampah serta memastikan implementasi kebijakan berlangsung sesuai target nasional.
Dalam peninjauan tersebut, Jalal menekankan pentingnya pengawasan langsung terhadap realisasi operasional PLTSa. Ia menilai kebijakan pengelolaan sampah harus didasarkan pada data yang valid agar mampu menjawab tantangan teknis, regulasi, sosial, dan dampak lingkungan secara komprehensif.
Jalal juga menyoroti sejumlah kendala aktual yang masih dihadapi pengelola PLTSa. “Evaluasi lapangan diperlukan agar kita dapat melihat persoalan secara nyata dan merumuskan rekomendasi konkret bagi pemerintah. Pengelolaan sampah tidak boleh hanya bergantung pada laporan, tetapi harus diverifikasi di lapangan,” ujarnya.
Menjelang sesi pertemuan, Jalal meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat sinergi dalam modernisasi sistem pengolahan sampah. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci percepatan penerapan teknologi ramah lingkungan, termasuk dukungan operasional dan kepastian regulasi.
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pemilahan dan daur ulang sampah. “Perubahan perilaku publik adalah fondasi dari keberhasilan pengelolaan sampah. Edukasi dan pendampingan harus berjalan paralel dengan pembangunan fasilitas teknis,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jalal menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan akan menjadi bagian penting dalam penyusunan rekomendasi Panja. Menurutnya, masukan tersebut diperlukan agar kebijakan nasional selaras dengan kebutuhan lapangan dan mampu meningkatkan efektivitas PLTSa.
Jalal menutup kunjungan dengan menegaskan komitmen Komisi XII DPR RI dalam mengawal tata kelola lingkungan hidup. “Hasil kunjungan ini akan kami bawa ke rapat bersama mitra terkait sebagai dasar memperkuat kebijakan pengelolaan sampah yang modern, adaptif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.















