Kunci Bebas Visa Paspor Dinas, Menlu Sugiono Dorong Kolaborasi Perdagangan Poros Jakarta-Antananarivo

Jakarta, PR Politik – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, menerima kunjungan kerja resmi dari Menteri Luar Negeri Madagaskar, Y.M. Alice N’Diaye. Pertemuan bilateral tingkat tinggi tersebut digelar secara formal di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (3/6).

Pertemuan tatap muka ini menjadi refleksi nyata atas komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk semakin mempertebal rajutan hubungan diplomatik. Kerja sama bilateral kedua negara tersebut tercatat telah mengakar kokoh selama lebih dari lima dekade.

Sebagai cerminan dari penguatan fondasi hubungan, kedua Menteri resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai Sidang Komisi Bersama (SKB). Selain itu, disepakati pula draf Perjanjian Bebas Visa bagi Para Pemegang Paspor Diplomatik dan Paspor Dinas dari kedua negara.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa penandatanganan kedua instrumen hukum ini merupakan draf langkah penting dalam memperkuat kerangka kerja sama Indonesia-Madagaskar. Kehadiran regulasi baru tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak intensitas koordinasi siber dan lapangan antar-lembaga pemerintah, sekaligus membuka lebar pintu peluang kerja sama lintas sektoral yang lebih masif.

Melirik pada sektor ekonomi makro, kedua negara menyambut positif draf tren pertumbuhan neraca perdagangan bilateral yang terus merangkak naik. Pertemuan ini menggarisbawahi urgensi perluasan jaringan kemitraan bisnis serta draf pemetaan peluang investasi baru yang potensial.

“Indonesia siap mendukung kebutuhan industri dan domestik Madagaskar melalui perdagangan komoditas strategis dan peningkatan investasi,” tutur Menlu Sugiono membedah draf kesiapan logistik industri nasional.

Kedua otoritas diplomatik tersebut juga membedah peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama pembangunan pada klaster-klaster penyumbang pertumbuhan ekonomi, seperti sektor energi terbarukan, tata kelola keuangan, serta industri ekonomi kreatif. Lebih lanjut, poros Jakarta-Antananarivo mulai menjajaki draf kolaborasi yang lebih ketat di bidang pertanian dan ketahanan pangan nasional, mengingat posisi strategis sektor tersebut dalam mengawal kesejahteraan warga.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Holding Defend ID, Wamenhan Tekankan Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Di bidang penggodokan modal insani, Menlu Sugiono mempertegas draf komitmen Indonesia untuk konsisten menyokong pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Madagaskar lewat program beasiswa.

“Kami mendorong partisipasi aktif mahasiswa Madagaskar untuk memanfaatkan berbagai program beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia,” tambahnya.

Madagaskar dilaporkan duduk sebagai salah satu negara di kawasan Afrika Sub-Sahara yang menyumbang angka penerima beasiswa Indonesia cukup signifikan. Sepanjang draf periodisasi tahun anggaran 2023 hingga 2025, tercatat sekitar 40 mahasiswa asal Madagaskar berhasil menjaring beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) serta program Darmasiswa.

Parameter Hubungan Bilateral Rincian Capaian Kerja Sama Indonesia – Madagaskar
Instrumen Hukum Baru MoU Sidang Komisi Bersama & Perjanjian Bebas Visa Paspor Diplomatik/Dinas
Sektor Prioritas Baru Energi, Keuangan, Ekonomi Kreatif, dan Pertanian Modern
Rapor Pendidikan (2023-2025) ~40 Mahasiswa Madagaskar menyerap beasiswa KNB dan Darmasiswa
Afiliasi Geopolitik Anggota IORA (Maritim & Iklim) dan Poros Global South

Selain membahas isu internal bilateral, kedua menteri terpantau saling melempar draf pandangan mengenai konjungtur regional dan global. Sebagai sesama anggota aktif Indian Ocean Rim Association (IORA), kedua negara mengunci kepentingan bersama untuk mempertebal kolaborasi di koridor maritim, manajemen risiko bencana alam, serta ketahanan iklim siber global.

Menutup draf laporannya, sebagai sesama kekuatan di lingkaran Global South, Indonesia berkomitmen penuh memperkuat kerja sama Selatan-Selatan dengan Madagaskar. Jakarta juga membidik draf perluasan kemitraan dengan organisasi ekonomi regional Afrika, seperti Southern African Development Community (SADC) dan Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA), guna mengarsiteki pembangunan yang lebih inklusif. Hubungan historis yang terajut sejak tahun 1975 ini memosisikan Madagaskar sebagai salah satu draf mitra geopolitik paling krusial bagi Indonesia di tanah Afrika.

Baca Juga:  Pakar Pangan Unand Apresiasi Harga Gabah Rp6.500/Kg, Sebut Kebijakan Pemerintah Prabowo Gerakkan Ekonomi Desa

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru