Pekanbaru, PR Politik – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzammil Yusuf (AMY), melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Ahad (23/8). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda konsolidasi internal serta pembinaan kader dan pejabat publik PKS di daerah.
Dalam rangkaian agendanya di Pekanbaru, AMY menghadiri silaturahmi akbar bersama kader, simpatisan, dan relawan PKS, mengikuti pertandingan persahabatan mini soccer, hingga mengisi Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Anggota Legislatif PKS wilayah Sumatera Barat yang berfokus pada penguatan integritas dan pelayanan publik.
Ia menjelaskan bahwa safari politik ke berbagai provinsi merupakan agenda rutin untuk berdialog langsung dengan konstituen serta membina jajaran pejabat publik PKS agar tetap memegang teguh komitmen integritas.
“Ini bagian dari agenda kami berkunjung ke seluruh provinsi, bertemu kader, melakukan dialog, pembinaan kader dan pembinaan pejabat publik. Berbagai isu terkait kemerdekaan juga kami sampaikan bertepatan dengan momen 17 Agustus,” katanya.
Ia menegaskan bahwa momen peringatan kemerdekaan harus dimaknai dengan merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan para founding fathers, seperti Dwitunggal Soekarno dan Mohammad Hatta.
“Kita mengambil semangat dari keduanya. Presiden Soekarno ingin kemerdekaan menjadi jembatan emas menuju kehidupan yang lebih baik. Kemerdekaan bukan sekedar kemerdekaan, tetapi juga bagaimana kita meraih keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran,” ujarnya.
Secara khusus, ia menyoroti sosok Mohammad Hatta sebagai teladan utama dalam aspek kejujuran dan keteladanan yang wajib diserap oleh seluruh pejabat publik dari PKS.
“Semangat kejujuran dan integritas Bung Hatta itu yang kita sampaikan kepada kader dan pejabat publik kita. Kita arahkan bagaimana pejabat publik PKS dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga integritas,” jelasnya.
Guna menjaga marwah partai, PKS menetapkan standar ketat berupa zero case bagi seluruh kadernya yang menjabat di ranah eksekutif maupun legislatif.
“Target kita zero case. Jangan sampai ada pejabat publik kita yang melakukan hal-hal yang tidak patut. Tidak boleh ada kasus, baik terkait moralitas maupun korupsi. Insyaallah, kalau itu kita jaga, kita akan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Di akhir arahannya, ia juga menyinggung pentingnya penanganan isu-isu krusial daerah seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bencana kabut asap, hingga gempa bumi. Ia mendorong aleg dan kader PKS di pemerintahan daerah untuk responsif merumuskan regulasi penanggulangan bencana yang berpihak pada keselamatan warga.
“Kader PKS selalu menjadi pionir dalam pelayanan masyarakat, termasuk dalam menghadapi berbagai persoalan kebencanaan. Koordinasi dari pusat sampai daerah harus diperkuat dan kita dorong melalui kebijakan serta peraturan,” pungkasnya.
sumber : PKS















