Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan serta keberlanjutan hak belajar bagi anak-anak yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, layanan pendidikan saat karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, melainkan harus menjamin akses pembelajaran alternatif yang aman dan berkualitas.
Berdasarkan laporan BNPB per 12 Oktober 2026, luas area lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 639,23 hektare. Kabut asap pekat ini mengancam keselamatan serta berpotensi memperlebar ketimpangan pendidikan bagi jutaan siswa.
“Jangan biarkan kabut asap hari ini menutupi masa depan pendidikan anak-anak kita. Melindungi anak dari karhutla berarti menjaga kesehatan mereka hari ini sekaligus menjaga kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (15/10).
Ia mengapresiasi terbitnya Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 yang mengatur skema pembelajaran darurat berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Namun, ia menegaskan bahwa peralihan moda pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak boleh mengabaikan siswa yang terhalang kendala teknologi.
“Persoalan pendidikan akibat karhutla tidak berhenti pada keputusan apakah sekolah dibuka atau ditutup. Yang harus dipastikan adalah jangan sampai bencana ekologis berubah menjadi ketimpangan pendidikan. Anak-anak yang tidak memiliki internet, telepon pintar, atau fasilitas belajar memadai tetap harus mendapatkan layanan pembelajaran,” tegasnya.
Guna mengoptimalkan layanan pendidikan saat karhutla, ia mendorong penyediaan modul cetak, pendampingan guru berkala, serta pemetaan capaian belajar setelah situasi udara kembali aman.
“Ketika kondisi udara membaik dan anak-anak kembali ke sekolah, tugas kita bukan sekadar mengembalikan mereka ke ruang kelas. Kita juga harus memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal akibat keterbatasan belajar selama masa karhutla,” ujarnya.
“Api yang membakar hutan dan lahan harus segera dipadamkan. Namun, semangat belajar dan harapan anak-anak untuk meraih masa depan tidak boleh ikut padam. Keselamatan dan hak pendidikan mereka harus sama-sama kita jaga,” pungkasnya mengenai pentingnya menjaga layanan pendidikan saat karhutla.
sumber : Fraksi PKS















